nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seperti Interview Kerja, Terungkap Pertanyaan Jokowi saat Rekrut Stafsus Milenial

Hambali, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 21:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 13 337 2141747 seperti-interview-kerja-terungkap-pertanyaan-jokowi-saat-rekrut-stafsus-milenial-fyn6BW13wt.jpg Stafsus Presiden, Angkie Yudistia

TANGERANG SELATAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial. Stafsus tersebut diproyeksikan sebagai pembisik Jokowi dalam implementasi program di periode kedua.

Salah satu stafsus milenial yang menarik perhatian adalah Angkie Yudistia, yang merupakan penyandang disabilitas tunarungu yang ditunjuk menjadi staf khusus dan jubir presiden di bidang sosial.

Angkie yang sering melakukan kegiatan sosial memaparkan proses dirinya ditunjuk Jokowi menjadi staf khusus. Menurutnya, Jokowi menanyakan beberapa hal terkait visi dan misi Angkie jika ditunjuk menjadi stafsus. Ia berkelakar bahwa proses tersebut seperti interview kerja.

Ilustrasi

"Ketika pertemuan dengan Bapak Presiden Jokowi, Pak Presiden Jokowi mempertanyakan satu hal, 'Apa yang kamu lakukan dan apa harapan ke depan?'. Nah, jadi, pembicaraan lanjut itu kita melalui proses-proses yang cukup panjang untuk melakukan asesmen sebagai Stafsus," jelas Angkie kepada wartawan, dalam acara bimbingan teknis kader PKPI, Jumat (13/12/2019).

Baca Juga: 7 Stafsus dari Kalangan Milenial Harus Selaras dengan Visi Jokowi

Angkie mengisahkan, ditunjuknya ia sebagai Stafsus dan merangkap menjadi Jubir Presiden Bidang Sosial adalah suatu kehormatan terbesar bagi dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.

Angkie juga mengharapkan Pilkada 2020 banyak diisi oleh para penyandang disabilitas seperti dirinya. Menurut Angkie, peran kaum disabilitas dalam politik sangat minim, hal itulah yang membuat orang dengan kebutuhan khusus minder. Padahal, menurutnya, Presiden sangat peduli dengan kaum disabilitas.

"Di politik teman-teman, disabilitas itu sangat minus sekali. Artinya, kita juga membutuhkan sosok penyandang disabilitas yang ikut berpartisipasi di politik, sehingga ketika kita lagi ingin melakukan perubahan kita bisa dibantu baik dari lingkungan dalam dan lingkungan luar," jelasnya.

Namun, Angkie menjelaskan, posisinya yang menjadi Stafsus Presiden bukanlah posisi pelaksana. Hanya pembisik presiden dan kementerian akan suatu tatanan yang menurutnya ideal.

"Kita ini non-struktural yang memberikan inovasi kepada presiden. Dan kita tidak melakukan eksekusi. Tapi, input-input yang kita berikan kepada presiden ini kita berkolaborasi eksekusi kepada kementerian-kementerian terkait," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PKPI, Diaz Hendropriyono tak akan "menggunakan" Angkie untuk menjadi juru kampanye di Pilkada 2020. Diaz menuturkan, tugas Angkie menjadi stafsus dan jubir Presiden di bidang sosial sudah berat.

"Sepertinya akan fokus di Stafsus, karena ketika Angkie sudah diminta untuk membantu Pak Presiden menjadi Jubir, saya rasa workload-nya sudah terlalu banyak di sana. Angkie sendiri juga sudah bilang dua minggu seminggu terakhir ini, sudah pusing lah, terlalu banyak. Kasihan dia nanti kalau kita tambahkan pekerjaan ini itu ini itu. Dan ketika kita tidak memberikan Angkie kepada Pak Presiden, artinya kita 100% mendukung kegiatan Pak Jokowi, dan kita PKPI secara partai mendukung Angkie dari belakang," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini