nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PPP Sarankan Dewan Pengawas KPK Tak Berasal dari Parpol

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 15:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 13 337 2141545 ppp-sarankan-dewan-pengawas-kpk-tak-berasal-dari-parpol-8oUe49Ji1e.jpg Sekjen PPP Arsul Sani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan penunjukkan lima orang anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah masuk ke tahapan final.

Terkait hal itu, Sekjen PPP Arsul Sani berharap Presiden Jokowi dalam memilih Dewas bukan berasal dari partai politik. Hal ini menurutnya, penting agar Dewas ini bukan malah memunculkan conflict of interest.

“Sebaiknya jangan ada orang yang masih aktif di parpol sehingga tidak terkesan nanti ada conflict of interest atau sekadar kesan ada politisasi di KPK,” ungkap Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Baca Juga: Beredar Sejumlah Nama Dewan Pengawas, Ini Tanggapan KPK

Memang untuk pertama kalinya Dewas KPK bakal dililih langsung oleh Presiden Jokowi. Dia meyakini kepala negara pastinya dalam memilih sosok untuk mengisi jabatan tersebut sudah mempertimbangkan banyak hal.

KPK

Apalagi, dari kabar yang didengar Arsul, Presiden sudah meminta masukan kepada semua pihak termasuk masyarakat sipil. Sehingga, pemilihan Dewas tersebut bukan hanya untuk kepentingan tertentu.

“Saya yakin Presiden telah pertimbangkan banyak hal dan barangkali tidak terungkap saja ke media bahwa Presiden juga minta masukan ke berbagai pihak utamanya dari elemen masyarakat sipil,” tutur dia.

Sehingga tak perlu dianggap sesuatu yang tidak muncul di publik di media seolah-olah semuanya hanya maunya Presiden. "Kalau ya saya dengar beliau minta juga masukan dari berbagai kalangan,” imbuhnya.

Baca Juga: ICW : Siapapun yang Jadi Dewan Pengawas, Tidak Mengubah Keadaan KPK

Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengatakan penunjukan lima orang anggota Dewas KPK sudah final. Meski demikian, Kepala Negara belum mau mengumumkan siapa kelima orang yang akan mengawasi kinerja lembaga antirasuah.

"Sudah (final), tapi belum (diumumkan)," kata Jokowi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini