KPK Ungkap Adanya Saksi yang Terancam di Kasus Suap Proyek Meikarta

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 12 Desember 2019 22:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 12 337 2141315 kpk-ungkap-adanya-saksi-yang-terancam-di-kasus-suap-proyek-meikarta-x5h3Lf6flk.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima adanya laporan salah seorang saksi kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta yang terancam. Saksi tersebut merasa terancam karena dilaporkan oleh tersangka Bartholomeus Toto (BTO) ke pihak kepolisian.

"Dalam penyidikan ini, KPK menerima permohonan perlindungan dari salah seorang saksi yang merasa terancam karena dilaporkan ke kepolisian oleh tersangka BTO. KPK sedang mempelajari permohonan perlindungan saksi tersebut," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).

 Baca juga: Tersangka Suap Proyek Meikarta Surati Presiden Jokowi Minta Perlindungan

Febri menjelaskan, jika mengacu pada Undang-Undang (UU) tentang Perlindungan Saksi dan Korban, maka terdapat aturan yang tegas bahwa saksi tidak dapat dituntut secara pidana ataupun perdata.

"Selain itu, UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juga mengatur bahwa Penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan dalam perkara tindak pidana korupsi harus didahulukan dari perkara lain guna penyelesaian secepatnya," ujarnya.

KPK meyakini, institusi Polri akan memahami terkait adanya ancaman dari Bartholomeus terhadap seorang saksi yang diduga kuat adalah Edi Dwi Soesianto (Edi Soes). Edi Soes merupakan bekas anak buah Toto yang dilaporkan ke pihak kepolisian.

 Baca juga: Usut Suap Proyek Meikarta, KPK Panggil Bos Lippo Group James Riady

"Dengan koordinasi yang baik, maka prioritas utama adalah penuntasan kasus korupsinya. Jangan sampai, saksi takut dan merasa terancam memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Apalagi dalam membongkar sebuah kejahatan yang melibatkan aktor-aktor yang memiliki kekuasaan," tekan Febri.

Disisi lain, Bartholomeus Toto menyebut bahwa Edi Soes telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Bandung. Edi Soes dilaporkan oleh kubu Toto ke pihak kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik.

"Yang kita tahu, Edi Soes sudah jadi tersangka di Polrestabes Bandung, jadi kasus saya ini bukan OTT, tidak ada uang sama sekali yang di ambil dari saya," ujar Toto usai diperiksa KPK sebagai tersangka, Kamis (12/12/2019).

Pada pemeriksaan kali ini, Febri mengatakan bahwa penyidik berencana mengambil sample suara Bartholomeus Toto. Namun, Toto menolak diambil contoh suaranya saat diperikaa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

"Penyidik awalnya akan mengambil sample suara, namun BTO menolak dan kemudian hal tersebut dituangkan dalam berita acara penolakan," beber Febri.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bartholomeus Toto dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat (Jabar) non-aktif, Iwa Karniwa (IWK) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan suap pengurusan izin mega proyek Meikarta di Cikarang.

Dalam perkara ini, Bartholomeus diduga bersama-sama dengan terpidana kasus Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, serta Fitra Djaja Purnama berupaya meloloskan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) terkait pembangunan proyek Meikarta.‎ Mereka diduga menyuap mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp10,5 miliar.

Sedangkan Iwa Karniwa, diduga menerima suap Rp900 juta untuk mengurus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang masih berkaitan dengan proyek Meikarta.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini