nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Suap Proyek Meikarta Surati Presiden Jokowi Minta Perlindungan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 20:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 12 337 2141271 tersangka-suap-proyek-meikarta-surati-presiden-jokowi-minta-perlindungan-s2JKVTxmLq.jpg Bartholomeus Toto (Foto: Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta, Bartholomeus Toto (BTO) mengaku telah mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Suratnya itu berisikan permintaan agar kasus yang menyeret Toto diperhatikan.

Toto merasa ada rekayasa terhadap penetepan tersangkanya. Oleh karenanya, ia memohon kepada Jokowi agar ‎memperhatikan kesewenang-wenangan yang dilakukan KPK.

"Saya mohon sekali Pak Jokowi agar berkenan memperhatikan kesewenang-wenangan yang saya alami ini, karena ini merupakan rekayasa yang notabennya, penegakan hukum ‎melanggar hukum atau abuse of power. Sudah, sudah (dikirim suratnya)," kata Toto usai diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).

Ilustrasi Proyek Meikarta

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini, Toto juga meminta agar penyidik serta pimpinan KPK terbuka dan transparan ke publik. Bartholomeus meminta agar penyidik terbuka terkait dua alat bukti yang membuat dirinya ditahan.

"Saya akan sangat senang jika ‎penyidik dan pimpinan KPK mau terbuka ke publik secara transparan dan jujur apa yang menyebabkan saya ditahan seperti ini," ‎ucapnya.

‎Menurut Toto, dirinya hanya dijebak oleh anak buahnya Edi Dwi Soesianto (Edi Soes) dalam perkara ini. Ed‎i Soes, kata Toto, memberikan keterangan yang berbeda dengan apa yang disampaikan penyidik KPK.

"Rekaman ada pada saya. Intinya satu, Edi Soes dipaksa oleh penyidik untuk memberikan keterangan bahwa saya yang memberikan uang Rp10 miliar," ujarnya.

Baca Juga : PKS Dukung Acara DWP 2019 Asal Taat Aturan

Baca Juga : Luthfi Pembawa Bendera Merah Putih Didakwa Pasal Berlapis

Toto secara tegas membantah telah memberikan suap sebesar Rp10 miliar untuk Neneng Hasanah Yasin. Ia juga menyangkal sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengurusan perizinan proyek Meikarta.

"Yang kita tahu, Edi Soes sudah jadi tersangka di Polretabes Bandung ya. Jadi kasus saya ini bukan OTT, tidak ada sama sekali uang yang diambil dari saya, tidak ada bukti uang keluar Rp10 miliar dari Lippo Cikarang," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini