Yenny Wahid Tekankan Pentingnya Kekuatan Agama untuk Selesaikan Masalah Dunia

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 12 Desember 2019 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 12 337 2141236 yenny-wahid-tekankan-pentingnya-kekuatan-agama-untuk-selesaikan-masalah-dunia-LaAhbCHr9o.jpg Yenny Wahid (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid menjelaskan tiga masalah yang terjadi di seluruh dunia saat ini di antaranya disrupsi teknologi, ancaman perubahan iklim, dan kesalahpahaman antar-iman.

Tiga masalah tersebut, kata Yenny, sekilas tidak memberikan dampak langsung secara ekonomis.

“Tetapi sebenarnya dampak tiga masalah besar tersebut ujungnya mempunyai konsekuensi ekonomi yang dirasakan oleh manusia di seluruh penjuru dunia,” katanya dalam konferensi internasional Meeting of Minds (MeMinds), disampaikan dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Kamis (12/12/2019).

Yenny Wahid

Terkait disrupsi teknologi, lanjut Yenny, revolusi yang terjadi dari teknologi informasi ke bioteknologi dipastikan bakal mengubah banyak pekerjaan. Sedangkan masalah yang terkait lingkungan, di antaranya adalah bencana ekologis yang akan menelan biaya sangat besar.

Kepada para peserta yang berasal dari berbagai negara tersebut, Yenny Wahid lantas menceritakan pengalamannya ketika menghadiri konferensi perubahan iklim ”CoP 25” di Madrid, Spanyol, akhir pekan lalu di mana ia diminta menyampaikan catatan tentang bagaimana organisasi keagamaan memberikan dampak dalam perjuangan melawan pemanasan global.

”Dalam forum tersebut, saya mengajukan pertanyaan mengapa konsep tentang surga dan neraka yang abstrak, mampu memotivasi orang untuk mengikuti cara hidup tertentu? Di sisi lain, kita memiliki pengetahuan dan data faktual tentang perubahan iklim, namun tidak mampu menggerakkan orang untuk memasukkan dalam prioritas mereka upaya pencegahan guna menghentikan pemanasan global,” ujar putri mantan presiden K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.

Baca Juga : Luthfi Pembawa Bendera Merah Putih Didakwa Pasal Berlapis

Baca Juga : Menag Sebut Kini Masyarakat Belajar Agama dari Medsos

Agama, sambugnya, memberikan pedoman bagaimana manusia menjalani hidup, sejak hari dilahirkan sampai hari kematian. Di sana agama jelas merupakan kekuatan. ”Tetapi, sekali lagi, mengapa kita tidak mampu menggunakan kekuatan tersebut untuk membuat orang mengambil tindakan menyelamatkan bumi?” ujarnya.

Menurut Yenny Wahid, kepercayaan kepada agama sebagian besar dimotivasi oleh emosi, yang dalam Islam disebut iman, keyakinan yang mendorong suatu tindakan. Atau, dalam Buddha, dikenal sebagai dharma, yang memotivasi orang untuk berbuat baik.

”Agama telah menjadi sumber motivasi dan kekuatan kemajuan besar sepanjang sejarah umat manusia. Banyak prestasi besar dicapai atas nama agama. Namun, dalam dunia yang semakin terpolarisasi oleh identitas politik, agama seringkali disalahgunakan untuk kepentingan tertentu,” tuturnya.

Untuk menghadirkan narasi dunia yang lebih baik, Yenny berpendapat, perlu dilakukan pertemuan pikiran untuk membantu membimbing orang ke arah yang benar.

”Cuma, pertemuan pikiran hanya dapat dicapai ketika ada pertemuan hati. Hanya ketika Anda memenangkan hati, Anda dapat mengubah pikiran,” pungkasnya.

Untuk diketahui MeMinds adalah forum yang bertujuan menyatukan beragam pemikiran, kemampuan dan keahlian lintas budaya dan bangsa untuk mengatasi berbagai ketimpangan serta kemelut yang selama ini membelenggu masyarakat dunia. Konferensi dua hari bertema ”Menghadapi Isu-isu Global Demi Masa Depan yang Makmur dan Berkelanjutan” itu diselenggarakan Heritage Amanah International bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini