nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisi X Minta Penjelasan Rinci Nadiem soal Metode Pengganti UN

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 12 Desember 2019 11:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 12 337 2140986 komisi-x-minta-penjelasan-rinci-nadiem-soal-metode-pengganti-un-Qb2z36QxoC.jpg Anggota Komisi X DPR Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira. (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mendorong Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dapat menjelaskan lebih rinci terkait metode evaluasi proses belajar yang menggantikan Ujian Nasional (UN).

Ia menyoroti proses maupun penerapan metode tersebut sehingga terdapat adanya acuan dalam lembaga pendidikan maupun pengajar.

“Metode evaluasi proses belajar baru ini tentu harus dijelaskan lebih detail, terutama menyangkut proses dan implementasinya, sehingga tetap ada pola dan standardisasi yang menjadi acuan bagi lembaga pendidikan dan para guru yang menjadi ujung tombak proses pendidikan Indonesia,” kata Andreas kepada wartawan, Kamis (12/12/2019).

Karena itu, Andreas menekankan, metode evaluasi yang menggantikan UN nantinya harus dengan assesmen kompetensi minimum, dengan memperhatikan link and match antara dunia pendidikan dan kerja.

Sertijab Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim Salam Komado dengan Muhadjir Effendy

Dengan begitu, diharapkan dapat melahirkan generasi muda Indonesia yang siap masuk dunia kerja yang sesuai dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari lembaga pendidikan dan bidang kerja yang dibutuhkan untuk melahirkan tenaga-tenaga kerja profesional.

“Tetapi sebelum kita bicara metode evaluasi berbasis assesmen kompetensi minimum ini, Kemdikbud wajib mempersiapkan para tenaga pendidik dan infrastruktur pendidikan seperti sekolah dan komponen peralatan pemdidikan yamg sesuai bidang studi para peserta didik,” katanya.

Politikus PDIP ini juga mengingatkan agar Kemendikbud harus memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan guru dan beban kerja guru sehingga para tenaga pendidik ini bisa fokus mendidik ketimbang tugas adiministratif.

Baca Juga : Siang Ini, DPR Panggil Mendikbud Nadiem Makarim soal Penghapusan UN

“Oleh karena itu, momentum penggantian metode evaluasi proses belajar bagi peserta didik ini harus diikuti penyesuaian dan peningkatan kompetensi guru, peningkatan kesejahteraan guru sesuai beban kerja dan penyediaan sarana prasarana pendidikan yang mendukung kompetensi pendidikan,” tuturnya.

Baca Juga : Ini yang Akan Ditanya Komisi X DPR ke Mendikbud Nadiem Makarim saat Raker

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini