nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisaris PT Garuda Indonesia Dipanggil KPK Terkait Suap Pengadaan Pesawat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 10:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 12 337 2140968 komisaris-pt-garuda-indonesia-dipanggil-kpk-terkait-suap-pengadaan-pesawat-jAGy8mk4Bf.JPG Gedung KPK. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Komisaris Independen PT Garuda Indonesia, Eddy Porwanto Poo, dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Sedianya, Eddy dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi.

Eddy yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Delta Makmur akan dimintai keterangannya terkait‎ kasus dugaan pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia yang dibeli dari Rolls Royce PLC, untuk tersangka Hadinoto Soedigno (HDS).

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka HDS," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, melalui pesan singkatnya, Kamis (12/12/2019).

Selain Eddy Porwanto, KPK memanggil enam saksi lainnya, yaitu seorang ibu rumah tangga, Dessy Fadjriaty; mantan VP Aircraft Maintenance Management PT Garuda Indonesia, Batara Silaban; Senior Manager Engine Management PT Garuda Indonesia, Azwar Anas.

Gedung KPU. (Okezone.com)

Kemudian, VP Enterprise Risk Management and Subsidiaries PT Garuda Indonesia, E Enny Kristiani; mantan Direktur Layanan Strategi dan Teknologi Informasi PT Garuda Indonesia yang juga CEO PT ISS Indonesia, Elisa Lumbantoruan; serta mantan VP Aircraft Maintenance PT Garuda Indonesia, Dodi Yasendri.

Mereka akan digali keterangannya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Hadinoto Soedigno.‎ Belum diketahui apa yang akan didalami penyidik KPK dari pemeriksaan para saksi tersebut.

‎Hadinoto Soedigno merupakan mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT Garuda Indonesia yang telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara ini. Ia diduga terlibat dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015.

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat tahun anggaran 2008-2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus SAS.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR), dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Sebeumnya, KPK telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo‎ sebagai tersangka kasus‎ dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Wajah Datar Emirsyah Satar saat Kenakan Rompi Tahanan KPK

Emirsyah diduga telah menerima sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

Baca Juga : KPK Bakal Kejar Aliran Uang Rp100 Miliar ke Pejabat Garuda Indonesia

Kemudian, KPK mengidentifikasi adanya dugaan suap dalam pengadaan pesawat selain jenis Airbus. KPK menduga ada indikasi suap dalam pembelian pesawat jenis Bombardier dan Avions de Transport Regional (ATR). Total suap yang berhasil diidentifikasi KPK sebesar Rp‎100 miliar.

Baca Juga : Petinggi PT Garuda Indonesia Dipanggil KPK Terkait Suap Pengadaan Pesawat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini