nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usut Suap Proyek Meikarta, KPK Panggil Bos Lippo Group James Riady

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 08:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 12 337 2140931 usut-suap-proyek-meikarta-kpk-panggil-bos-lippo-group-james-riady-B5p4IGUh1o.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, James Tjahaja Riady, hari ini. Ia akan dimintai keterangannya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

Selain James, penyidik juga bakal memeriksa satu tersangka dalam kasus ini yaitu, Barthlomeus Toto (BTO). Berbeda dengan James, mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang tersebut akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

"Kamis 12 Desember 2019 KPK kembali berencana melakukan pemeriksaan terhadap tersangka BTO (Bartholomeus Toto) dalam kasus dugaan suap terkait perizinan Meikarta dan juga mengagendakan pemeriksaan James Tjahaja Riady sebagai saksi untuk BTO," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

KPK mengingatkan agar James Riady kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan saksi pada hari ini. Sebab, pemenuhan panggilan pemeriksaan KPK merupakan kewajiban hukum yang harus ditaati oleh seluruh warga negara Indonesia.

"Perlu diingat, kehadiran sebagai saksi merupakan kewajiban hukum," tegas Febri.

Jubir KPK Febri DiansyahJubir KPK, Febri Diansyah (Foto: Okezone/Arie)

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bartholomeus Toto dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat (Jabar) non-aktif, Iwa Karniwa (IWK) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan suap pengurusan izin mega proyek Meikarta di Cikarang.

Dalam perkara ini, Bartholomeus diduga bersama-sama dengan terpidana kasus Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, serta Fitra Djaja Purnama berupaya meloloskan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) terkait pembangunan proyek Meikarta.‎ Mereka diduga menyuap mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp10,5 miliar.

Sedangkan Iwa Karniwa, diduga menerima suap Rp900 juta untuk mengurus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang masih berkaitan dengan proyek Meikarta.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini