nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siang Ini, DPR Panggil Mendikbud Nadiem Makarim soal Penghapusan UN

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 08:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 12 337 2140929 siang-ini-dpr-panggil-mendikbud-nadiem-makarim-soal-penghapusan-un-waTSPW24nZ.jpg Mendikbud RI, Nadiem Anwar Makarim (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Komisi X DPR memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim terkait rencana penghapusan pelaksanaan ujian nasional (UN) terhitung pada 2021 mendatang.

Menurut jadwal, rapat kerja (raker) dengan Mendikbud Nadiem beserta jajarannya terkait penghapusan UN akan digelar pada Kamis (12/12/2019) siang nanti.

"Kami raker dengan beliau (Nadiem), kami undang pukul 14.00 WIB besok hari Kamis," ujar Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, Rabu 11 Desember 2019 kemarin.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, pada dasarnya Komisi X DPR sebagai mitra kerja Kemendikbud mendukung penghapusan UN. Pihaknya memandang bahwa pesatnya perkembangan zaman menjadikan UN sudah tidak lagi relevan.

Komisi X DPR kata dia, hari ini ingin mendengar penjelasan secara langsung dan lengkap mengenai apa saja langkah-langkah yang disiapkan Kemendibud terkait penghapusan UN.

Ujian Nasional

"Tinggal pascapenghapusan ini, apa langkah-langkahnya karena yang kita hadapi ini dunia pendidikan nasional yang problemnya pelik, kompleks. Jangan sampai kebijakan ini berhenti sampai di paper saja," pungkas Syaiful.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim memutuskan untuk menghapus UN dan mulai berlaku pada 2021 mendatang. Keputusan itu merupakan bagian dari empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar” yang disampaikan Menteri Nadiem kemarin.

Keempat program pokok kebijakan pendidikan yang disebut “Merdeka Belajar”, itu yakni Ujian Sekolah Berstandar Nasional. (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

“Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran ke depan yang fokus pada arahan Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Nadiem.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini