Mencari Kejelasan Sikap Politik Partai Demokrat

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 12 Desember 2019 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 12 337 2140886 mencari-kejelasan-sikap-politik-partai-demokrat-zSfqkjJp7e.jpg Ketua Umum Demokrat, SBY (foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin berpendapat, Partai Demokrat tetap menunjukkan sikap ‘abu-abu” atau tidak jelas terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Hal tersebut dikatakan Ujang saat dimintai tanggapan mengenai posisi politik Demokrat pasca Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun pada Rabu, 11 Desember 2019.

“Kita harus hormati sikap Partai Demokrat. Walaupun sikapnya masih abu-abu dan tidak jelas. Tapi itulah pilihan Demokrat. Tak ada dalam pemerintahan Jokowi. Tapi tak mau juga jadi oposisi,” kata Ujang kepada Okezone, Kamis (12/12/2019).

 Baca juga: SBY Ingatkan Jokowi Pengangguran Penyebab Utama Arab Spring

SBY sebelumnya mengatakan Demokrat berada di luar pemerintahan pusat. Tetapi ia ingin melihat pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin sukses dalam melaksanakan tugasnya. Demokrat akan mengkritisi kebijakan yang keliru dan mendukung kebijakan yang tepat untuk rakyat. Sikap tersebut dinilai tidak jelas.

Jika pun Demokrat memilih jadi partai penyeimbang di pemerintahan Jokowi, maka itu bisa menggerus elektabilitas partai. Sikap itu pula yang disebut menjadi penyebab anjloknya perolehan suara Demokrat di Pileg 2019.

“Partai yang tidak jelas sikapnya, bisa ditinggalkan oleh pendukung-pendukungnya,” tukasnya.

 Baca juga: Pidato Refleksi Pergantian Tahun, SBY Soroti 5 Isu Ekonomi

Ujang menyayangkan, sikap Demokrat yang seperti itu. Menurut dia masyarakat menyukai sesuatu yang jelas. Ia pun menyarankan agar partai berlogo bintang Mercy itu menjadi oposisi. Pasalnya saat ini jumlah parpol oposisi masih belum kuat.

“Dan bagusnya Demokrat harus jadi oposisi. Karena bangsa ini butuh kekuatan oposisi yang kuat,” tandasnya.

Membantah “Abu-abu”

Dihubungi terpisah, Wasekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar membantah anggapan partainya bersikap abu-abu. Menurut dia, pernyataan SBY dalam pidato refleksi akhir tahun telah menjelaskan posisi politik Demokrat di pemerintahan Jokowi.

“Saya rasa pernyataan pak SBY malam ini jelas dan sudah mampu menjelaskan posisi politik partai Demokrat. Kami tidak di dalam koalisi tapi kami mendukung agar pemerintah sukses dengan tetap kritis dan obyektif,” kata Renanda.

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya mengatakan partainya berada di luar pemerintahan pusat. Namun demikian, pihaknya akan mendukung kebijakan pemerintah yang tepat, dan mengoreksi kebijakan yang tak sesuai. SBY juga menyerukan agar semua pihak menghentikan suasana permusuhan.

Hubungan yang bernuansa kawan dan lawan harus diganti dengan hubungan antar mitra. SBY melihat tantangan ekomi ke depan tidak ringan, karena itu pihaknya mengimbau semua pihak memberikan kesempatan pemerintah untuk menjalankan misinya.

“Mengingat persoalan di bidang ekonomi cukup berat, janganlah dibebani dengan masalah-masalah lain yang tidak perlu. Pemerintah memerlukan stabilitas sosial dan stabilitas politik, agar pembangunan ekonomi berhasil dengan baik,” kata SBY.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini