nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejumlah Fakta Kasus Pembunuhan Mahasiswi Cantik Universitas Bengkulu

Maulidia, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 01:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 11 337 2140861 sejumlah-fakta-kasus-pembunuhan-mahasiswi-cantik-universitas-bengkulu-LnFITPDdGV.jpg Wina Mardiana saat semasa hidup (foto: Dok pribadi)

JAKARTA - Seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bengkulu (Unib), Wina Mardiani (20) ditemukan terkubur dibelakang kosannya dengan kondisi kepala terbungkus karung dengan kaki terikat, pada Minggu 8 Desember 2019 lalu sekira pukul 17.06 WIB.

Dalam kasus tersebut, Okezone mencoba merangkum dari berbagai sumber fakta dibalik kasus pembunuhan mahasiswi cantik itu:

1. Ditemukan terkubur di belakang kosan

Kematian Wina menemui banyak kejanggalan. Korban ditemukan tewas terkubur di halaman belakang kosnya di Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu, Minggu 8 Desember 2019. Korban ditemukan dalam keadaan kepala terbungkus karung, kaki terikat, dan sudah menimbulkan aroma busuk.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Muara Bangkahulu, Kompol Jauhari menyampaikan, pertama kali korban ditemukan oleh pihak keluarga yang sudah curiga mencium bau busuk dari arah belakang kamar indekos Wina.

2. Korban ditemukan dengan mengenakan hijab

 

Jasad Wina yang ditemukan di area belakang kosnya masih mengenakan pakaian. Hal ini dibenarkan oleh hasil autopsi yang digelar tim forensik Mabes Polri dan Polda Sumatera Selatan, pada Senin 9 Desember 2019, sekira pukul 10.31 WIB hingga 13.01 WIB.

Tubuh korban asal Desa Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu ditemukan terkubur masih mengenakan hijab, celana dan baju serta pakaian dalaman. Perempuan kelahiran 1999 itu, mengenakan baju dan hijab berwarna pink, celana pendek di bawah lutut berwarna hitam. Pakaian yang dikenakan oleh Wina saat ini diamankan polisi sebagai bentuk barang bukti.

3. Korban dikubur selama 3 hari

Tubuh Wina diperkirakan sudah dikubur oleh pelaku selama tiga hari. Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Muara Bengkahulu, Kompol Jauhari. Menurutnya jika dilihat saat ditemukan, diperkirakan bahwa korban sudah dikubur kurang lebih 3 hari lamanya.

Jauhari melanjutkan, pihaknya belum bisa memastikan orang-orang yang diduga terlibat pada kematian korban. Pihaknya pun masih melakukan pengembangan dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menemukan pelaku pembunuhan korban.

4. Adanya luka bekas jeratan di leher korban

 

Tim autopsi dari forensik Mabes Polri dan Polda Sumatera Selatan menemukan adanya luka bekas jeratan menggunakan nilon di bagian leher korban dan lidahnya patah.

Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma yang menjelaskan, lidah korban patah dalam kondisi menjulur dan tergigit.

"Ada bekas jeratan di bagian leher. Dijerat menggunakan tali nilon, lidah korban patah," tutur Indramawan, Selasa 10 Desember 2019.

 

5. Korban hilang selama 5 hari

 

Sebelum ditemukan tewas, Wina sempat dinyatakan hilang selama lima hari sejak Rabu, 4 Desember 2019. Keluarga dan teman korban sudah mencari keberadaan Wina, namun tak membuahkan hasil.

Wina diketahui sudah menempati kamar tersebut sejak pertama masuk kuliah sekitar tahun 2017.

 

6. Penjaga kos dicurigai

 

Menurut informasi dari tetangga korban mengemukakan sejumlah kejanggalan dari peristiwa kematian Wina. Kejanggalan dialami oleh menghilangnya penjaga kos saat proses pencarian jasad Wina berlangsung.

Tetangga sebelah kamar korban, Sinta Alena, menjelaskan, indekos tersebut dijaga oleh sepasang suami istri. Sebelum jenazah Wina ditemukan di belakang indekos, istri penjaga kos mendadak pulang kampung sekira pukul 16.00 WIB. Menurut Sinta, istri penjaga indekos beralasan pulang kampung lantaran ibunya sedang kritis di rumah sakit. Sedangkan sang suami sudah meninggalkan indekos sejak Sabtu, 7 Desember 2019.

 

7. Polisi memeriksa kamar penghuni kos

 

 

Diketahui, Jasad Wina yang ditemukan terkubur di area indekos, Minggu 8 Desember 2019 polisi telah menggeledah kamar penjaga indekos Pondokan Reza untuk diselidiki terkait kasus tewasnya Wina. Lebih lanjut, pihak polisi turut memeriksa lima kamar penghuni kos.

Sejumlah barang bukti ditemukan, berupa benda-benda yang disita polisi dari tempat kejadian, di antaranya dua bilah senjata tajam, dua celana dan beberapa helai kain. Polisi juga menyita cangkul dan sendal milik korban.

 

8. Polisi menangkap dua pelaku

 

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, telah menangkap dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Wina Mardiani.

Pelaku berinisial M dan D merupakan warga asal Empat Lawang, Sumatera Selatan. Mereka berperan sebagai penadah sepeda motor matik milik korban merek Honda Scoopy, bernopol BD 6425 NU. Pelaku diamankan di dua lokasi yang berbeda.

 

9. Istri penjaga indekos diamankan

 

 

 

Satreskrim Polres Bengkulu, Indramawan menyampaikan, selain memburu terduga pelaku utama, istri penjaga kosan berinisial MO (24) tempat Wina Mardiani tinggal, telah diamankan dan wajib melapor.

"Pelaku utama masih diburu. Istri penjaga kos dikenakan wajib lapor," ujar Indramawan.

Sementara penjaga kos berinisial PD sudah tak berada di lokasi karena sebelumnya telah pamit pulang kampung sejak Sabtu, 7 Desember 2019.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini