nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Periksa 14 Saksi Ungkap Kematian Mahasiswa Kendari

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 11 Desember 2019 21:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 11 337 2140850 polisi-periksa-14-saksi-ungkap-kematian-mahasiswa-kendari-ax4XXWDd5e.jpg Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra (Foto: Okezone.com/Muhamad Rizky)

JAKARTA - Kasus tewasnya Muhammad Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas Halu Oleo yang ikut aksi unjuk rasa di Gedung DPRD, Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019 lalu hingga saat ini belum juga terungkap.

Dalam aksi unjuk rasa itu, ada dua orang mahasiswa yang meninggal dunia. Pertama, Imawan Randi dan kedua Muhammad Yusuf Kardawi.

Randi tewas diduga setelah ditembak polisi yang kini pelakunya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara, Yusuf disebut tewas terkena benda tumpul, namun tidak diketahui pasti siapa yang melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Keluarga 2 Mahasiswa Kendari yang Tewas saat Demo Datangi DPR 

Keluarga mahasiswa Kendari saat datangi DPR

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap kasus tersebut. Bahkan, sudah ada belasan saksi yang diperiksa.

"Sampai dengan hari ini penyidik Polda Sulawesi Tenggara upaya-upaya membuat terang perkara tersebut sudah ada 14 saksi lakukan pemeriksaan," kata Asep di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Sayangnya, Asep tidak menjelaskan secara rinci perkembangan kasus tersebut. Ia berkilah akan menyampaikan perkembangan pemeriksaan setelah menemukan fakta baru. "Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan ke publik," tuturnya.

Baca Juga: Menkum HAM Ajak Komisi III Bahas Kembali Pasal Kontroversial di RKUHP

Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengatakan bahwa korban Muhammad Yusuf Kardawi meninggal diduga akibat luka tembak.

"Jadi, kami meragukan bahwa dia (Yusuf Kardawi) meninggal itu akibat luka pertamanya karena pemukulan. Ada dugaan, dia jatuh tersungkur itu karena adanya dugaan penembakan," ujar Kepala Divisi Pembelaan HAM KontraS Arif Nur Fikri dalam konferensi pers di kantor KontraS, Jakarta, Senin 14 Oktober 2019 lalu.

Sementara itu, keluarga mahasiswa Randi dan Yusuf Kardawi mendatangi gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 10 Desember 2019 lalu. Keluarga diterima oleh Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Desmond J Mahesa dan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Taufik Basari.

Ayah mendiang Randi, La Sali, meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memecat dan memproses hukum oknum anggota yang telah menembak Randi hingga tewas. La Sali juga meminta polisi transparan dalam mengungkap kasus ini.

"Harapan saya sebagai orangtua almarhum Randi, agar pelaku penembakan dipecat dan dihukum seberat-beratnya. Anak saya tulang punggung keluarga. Saya mohon kepada Kapolri kebetulan orang Sultra Kendari, tahu persis penanganan demonstrasi September kemarin. Semoga tidak ditutupi dan harus transparansi," kata La Sali.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini