nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setuju Ibu Kota Pindah, SBY : Beban Jakarta Sudah Terlalu Berat

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 21:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 11 337 2140829 setuju-ibu-kota-pindah-sby-beban-jakarta-sudah-terlalu-berat-vlPb47RdhN.jpg Ketum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (Foto : Okezone.com/Harits)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sepakat dengan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bakal memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur.

“Demokrat sangat mengerti jika Presiden Jokowi juga memiliki pemikiran yang serupa. Beban Jakarta memang sudah terlalu berat, melebihi daya dukung yang dimilikinya,” kata SBY dalam menyampaikan pidato refleksi tahun 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Ilustrasi (foto : Instagram/@jokowi)

Namun, SBY mengingatkan dalam membangun sebuah ibukota hakikatnya adalah membangun kehidupan, membantun sistem dan bukan sekedar membangun infrastruktur fisik.

Terlebih pembangunannya turut memerlukan biaya yang sangat besar dan jangka waktu yang tidak singkat. Karenanya, Demokrat mengingatkan agar perencanaan strategis pemerintah benar-benar disiapkan dengan seksama.

“Konsepnya seperti apa? Timeline-nya (jadwal pembangunannya) seperti apa?Berapa besar biaya yang digunakan? Dari mana anggaran itu diperoleh? Apakah betul ada pemikiran untuk menjual aset-aset negara dan bahkan utang ke luar negeri untuk membiayainya?” kata SBY.

“Hal-hal inilah yang ingin kami dengar. Saya yakin rakyat Indonesia juga ingin mendengar dan mengetahuinya. Banyak contoh di dunia, negara yang berhasil dan juga yang gagal dalam membangun ibukota yang baru. Tentu kita ingin menjadi negara yang berhasil dalam membangun ibukota baru ini,” imbuhnya.

Selain itu, SBY berkata sewaktu dirinya menjadi Presiden juga pernah mempunyai wacana untuk membangun pusat pemerintahan yang baru. Namun, memiliki konsep yang berbeda dengan Presiden Jokowi yang saat ini.

“Pusat pemerintahan baru yang kami pikirkan dulu terletak di kawasan Jawa Barat, dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Jakarta, menuju ke arah timur. Konsep ini seperti yang dilakukan Malaysia, yang membangun Putra Jaya sebagai pusat pemerintahan baru, di luar Kuala Lumpur,” tuturnya.

Baca Juga : Pemilu Baru Usai, SBY: Malu kepada Rakyat jika Nafsu Dapat Kekuasaan di 2024

Namun, wacana tersebut setelah dipikirkan selama dua tahun akhirnya dibatalkannya karena anggaran belum tersedia dan banyak sasaran pembangunan yang lebih mendesak.

“Di samping itu ada faktor lingkungan (amdal) yang tidak menduking, yang tentu tidak boleh kami abaikan,” ujar SBY.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini