nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemilu Baru Usai, SBY: Malu kepada Rakyat jika Nafsu Dapat Kekuasaan di 2024

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 20:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 11 337 2140818 pemilu-baru-usai-sby-malu-kepada-rakyat-jika-nafsu-dapat-kekuasaan-di-2024-yu7D7hc1d1.jpg Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politik (Foto: Okezone/Harits Tryan)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan partainya belum memikirkan kontestasi Pemilu 2024. Sebab, Pemilu 2019 baru saja berlalu sehingga masih jauh untuk memikirkan itu.

Demikian disampaikan SBY dalam menyampaikan pidato refleksi tahun 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

“Pemilihan umum, sebuah kontestasi politik untuk sebuah kekuasaan, telah usai. Sementara, pemilu mendatang masih jauh, 5 tahun lagi,” kata SBY.

Baca Juga: SBY: Pertama Kali Pemilu Diwarnai Politik Identitas Melebihi Takaran 

Presiden keenam RI itu mengaku malu kepada rakyat jika dari sekarang sudah memikirkan Pemilu 2024. Menurutnya, hal itu adalah sebuah nafsu untuk mendapatkan sebuah kekuasaan.

“Tak baik dan malu kepada rakyat, kalau saat ini kita memulai lagi kontestasi baru. Apalagi, jika semangat dan nafsunya adalah untuk mendapatkan kekuasaan di tahun 2024,” ujarnya.

 Pidato politik SBY Foto Harits Tryan

Dia juga menilai tak etis juga berbicara politik 2024 sejak sekarang, mengingat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua baru saja dimulai. Hal itulah yang harus diingat oleh semua pihak.

"Juga tidak etis, karena pemerintahan Presiden Jokowi yang kedua, baru mulai melaksanakan tugasnya. Mari hormati pemerintah kita, dan tentunya rakyat kita," ujar SBY.

Baca Juga: Soal Sikap Politik, Demokrat Akan Tetap Jadi Penyeimbang 

Dilanjutkan SBY, Partai Demokrat berpendapat saatnya untuk menghentikan suasana permusuhan dan saatnya juga menghentikan politik yang membelah bahkan memisahkan. Dia memandang, posisi kawan dan lawan harus diubah hubungannya dengan hubungan antar-mitra untuk membangun bangsa Indonesia.

"Kemitraan dan kebersamaan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi rakyat. Rakyat menghormati negara dan pemimpinnya. Negara dan pemimpin sabar dan mengayomi rakyat dengan adil dan penuh rasa kasih sayang. Bersatu kita teguh. Bersama kita lebih kuat. Together we are stronger," ujar SBY.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini