nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kadis Nonaktif PUPR Medan Terduga Penyuap Wali Kota Segera Disidang

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 19:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 11 337 2140793 kadis-nonaktif-pupr-medan-terduga-penyuap-wali-kota-segera-disidang-hCKAyXeYGR.jpg Isa Ansyari, Kepala Dinas Nonaktif PUPR Medan (Foto: Sindo)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nonaktif Kota Medan, Isa Ansyari (IAN). Ia merupakan tersangka penyuap Wali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE).

Penyidik telah melimpahkan berkas penyidikan Isa ke tahap 2 atau penuntutan pada hari ini. Dalam waktu dekat, Isa akan segera disidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan.

"Kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan Tahun 2019, dilakukan pelimpahan ke penuntutan tahap 2," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga: KPK Selisik Setoran Para Pejabat Pemkot Medan untuk Walkot Dzulmi Eldin 

Rencananya, Isa juga akan dipindah dari rumah tahanan (rutan) cabang KPK ke rutan Tanjung Gusta, Medan, untuk memudahkan jalannya persidangan. Isa akan dipindah besok sambil menunggu jadwal persidangan dari Pengadilan Tipikor Medan.

"Rencana sidang akan dilakukan di PN Medan. Besok yang bersangkutan akan dibawa ke Medan dan akan dititipkan di Rutan Tanjung Gusta," ujarnya.

 Ilustrasi

Sejauh ini, KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap 92 saksi dari berbagai unsur. Unsur-unsur yang pernah diperiksa yakni, Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Medan; Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara; Kepala Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kota Medan.

Kemudian, Kadis Pariwisata Kota Medan; Kadis Kesehatan Kota Medan; Kadis Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kota Medan; Kadis Pendidikan Kota Medan; Kadis Perumahan Kawasan Permukiman Dan Penataan Ruang Kota Medan; Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan.

Selanjutnya, Kadis Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Medan; Kadis Perhubungan Kota Medan; PNS; Wiraswasta; serta Ajudan Wali Kota Medan.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Wali Kota nonaktif Medan, Tengku Dzulmi Eldin (TDE) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahannya tahun 2019.

Selain Dzulmi, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni,‎ Kadis PUPR Kota Medan, Isa Ansyari (IAN) dan Kabag Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar (SFI). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Baca Juga: KPK Cecar Anak Menkumham soal Keterlibatan Perusahaannya dalam Proyek di Medan 

Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri Siregar diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Uang tersebut disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari yang diangkat sebagai Kadis PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin.

KPK menduga Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019, kemudian pada 18 September 2019 senilai Rp50 juta kepada Dzulmi. Tak hanya itu, Dzulmi juga diduga menerima suap dari Kadis PUPR senilai Rp200 juta. Uang suap itu dipakai untuk memperpanjang masa perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini