Khofifah Bongkar Titipan Pesan Tokoh NU di Jatim untuk Romahurmuziy

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 11 Desember 2019 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 11 337 2140659 khofifah-bongkar-titipan-pesan-tokoh-nu-di-jatim-untuk-romahurmuziy-zmaWu9IoiR.jpg Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Istana (Foto: Okezone.com/Fakhri)

JAKARTA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengaku pernah dititipkan pesan oleh salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim, Kiai Asep Saifuddin Chalim untuk diteruskan ke mantan Ketua Umum (Ketum) PPP, Romahurmuziy. Pesannya itu, terkait pemilihan Kakanwil Kemenag Jatim.

Demikian dibeberkan Khofifah saat bersaksi di sidang perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag untuk terdakwa Romahurmuziy alias Romi. Sidang itu digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

"Seperti yang pernah saya sampaikan kesaksian di ruangan ini juga, bahwa satu saat Kiai Asep meminta saya menanyakan kepada Mas Romi, katanya ada proses yang sudah selesai. Kaitan dengan pemilihan Kanwil Jawa Timur. Kenapa tidak segera dilantik?" ungkap Khofifah kepada majelis hakim.

Romahurmuziy

Khofifah mengaku langsung menyampaikan pesan Kiai Asep itu ke Romi lewat Whatsapp. Pesan itu disampaikan sejalan dengan komunikasi antara Khofifah dengan Romi perihal kampanye akbar PPP.

"Iya itu kebetulan beliau (Kiai Asep) baru telefon, kebetulan Mas Romi WA saya, minta saya hadir pada kampanye akbar PPP tanggal 10 April 2019. Saya sampaikan Insya Alllah saya hadir. Nah, kemudian saya sampaikan pertanyaan Pak Asep itu, saya bilang kira-kira ada kalimat begini, jangan sampai 'keanginan', maksudnya jangan kelamaan," ujarnya.

Tak hanya itu, Hakim juga mengonfirmasi Khofifah soal adanya permintaan kepada Romi untuk memperjuangkan seseorang. Namun, Khofifah menyangkal pernah meminta sesuatu untuk diperjuangkan Romi.

Baca Juga : SBY Akan Sampaikan Sikap Politik Partai Demokrat Malam Nanti

"Saya merasa tidak pernah yang mulia. Hanya ada memang WA (Whatsapp) saya bulan Februari," ujarnya.

Dalam perkara ini, Romahurmuziy didakwa menerima suap dari mantan Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemenag Gresik, M Muafaq. Wirahadi. Jaksa KPK menyebut perbuatan itu dilakukan Rommy bersama-sama Menag Lukman Hakim.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini