nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teror Kobra di Musim Pancaroba

Rizka Diputra, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 07:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 11 337 2140570 teror-kobra-di-musim-pancaroba-Q2v8afcKkf.JPG Anak ular kobra yang ditemukan warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Foto: Ist)

DALAM beberapa hari terakhir, warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat dihebohkan dengan kemunculan puluhan anak ular kobra di kawasan permukiman. Ya, ular berbisa itu meneror warga Perumahan Royal Citayam Residence, tepatnya di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebagaimana dituturkan oleh Ketua Kordinator Paguyuban Perumahan Royal Citayam Residence, Hari Cahyo. Ia mengungkapkan bahwa "teror" anak ular kobra itu sudah terjadi sejak empat hari lalu. Kejadian bermula saat ada warga yang melapor telah menemukan ular kobra masuk ke rumah.

"Pertama kali hari Rabu kemarin ada warga kami lapor ada dua rumah yang dimasuki ular kobra, kemudian kami waktu itu cari sudah dapat dua kobra," kata Hari, Minggu 8 Desember 2019.

Tanpa curiga, warga menganggap temuan itu hal lumrah. Namun alangkah terkejutnya warga ketika keesokan harinya mereka kembali menemukan anak ular kobra. Ular tersebut ditemukan di rumah warga bahkan di dalam musala kompleks perumahan.

"Besoknya (Kamis), ada lagi satu ekor di rumah warga terus lanjut malamnya ada lagi satu ekor di dalam mimbar musala kita. Jadi, sampai hari ini total sudah 29 ekor yang ditemukan," ujarnya.

Penemuan Ular KobraPetugas Damkar amankan anak ular kobra (Foto: Ist)

Demi keselamatan warga perumahan, akhirnya diputuskan untuk menggelar kerja bakti menyisir lingkungan mencari anak ular kobra yang sekiranya masih tersisa. Tak hanya warga, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) hingga komunitas pecinta reptil pun turut dilibatkan mengatasi teror ini.

"Kalau menurut komunitas reptil itu, induknya tidak ada di area perumahan ini tapi di luarnya. Karena memang di sekitar sini masih ada kebun liar sama pohon bambu-bambu gitu," ucap Hari.

Saat ini, warga sekitar hanya bisa waspada dengan kondisi ini karena tidak menutup kemungkinan anak ular tersebut masih berkeliaran di sekitar perumahan.

"Sekarang warga sudah tidak melakukan pencarian hanya antisipasi saja karena waktu. Tapi warga sudah diberi pemahaman jika menemukan ular itu, ya semoga jangan ada lagi lah," tutupnya.

Penemuan Telur

Puluhan cangkang telur dan indukan ular kobra dievakuasi Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor dari area pemakaman warga di Kampung Sawah, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Komandan Regu 1 Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Arman menyebut, temuan sarang ular kobra itu berawal dari laporan warga yang resah dengan adanya anakan ular kobra yang masuk ke pemukiman mereka.

"Ada laporan warga ular kobra diduga baru menetas dari sarang berkeliaran di area pemukiman. Kesaksian warga sih sudah 20 ekor anakan ular kobra yang sempat ditemukan," ucap Arman, belum lama ini.

Petugas Amankan UlarPetugas Damkar mencari anak ular kobra (Foto: Ist)

Mendapat laporan tersebut, anggotanya langsung mendatangi lokasi untuk mencari sarang ular kobra. Setelah ditelusuri, ternyata sarang ular berbisa itu berada di sela-sela tembok makam yang sangat dekat dengan permukiman warga.

"Setelah izin ke warga dan RT setempat, kita bongkar sela-sela makam itu dan ditemukan indukan ular kobra. Ada juga cangkang telur ular yang sudah menetas dan ada yang belum," tuturnya.

Petugas dengan sigap mengamankan cangkang telur itu ke tempat aman. Selanjutnya, petugas masih mencoba menyisir sekitaran permukiman warga, karena dikhawatirkan masih terdapat sarang maupun ular kobra.

Menyebar ke DIY hingga Jatim

Fenomena kemunculan puluhan anak ular jenis kobra juga terjadi di permukiman warga Pedukuhan Kepek I, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta. Bahkan anak ular ini sudah memasuki rumah. Lantaran resah, warga memutuskan untuk mengundang pawang ular.

Munculnya anakan ular jenis kobra tersebut sudah mulai terlihat warga sejak 2016. Awalnya mereka hanya menganggap biasa lantaran jumlahnya tidak banyak. Namun dalam beberapa tahun belakangan, temuan anakan ular ini terus bertambah banyak.

"Setiap tahun terus bertambah, dan seperti ada musimnya," ujar Erfan Bambang, salah seorang warga, Rabu 4 Desember 2019.

Ia mengatakan, anakan ular itu tidak hanya dijumpai di kebun atau pekarangan, namun ada yang masuk ke permukiman warga. Bambang juga menemukan anakan ular ini di dalam kamar mandi. "Selasa kemarin saya temukan di kamar mandi dan kita tangkap," kata dia.

Ular KobraUlar Kobra (Foto: Ist)

Kepala Dukuh Kepek I, Sukirno, mengatakan dalam empat hari terakhir, terdapat 11 ekor anakan ular kobra yang ditangkap warga. Saat ini warga masih khawatir dengan banyaknya ular yang sudah masuk ke permukiman.

"Ini sudah sejak 2016 dan jumlah temuan setiap tahun terus bertambah," jelasnya.

Untuk mencegah hal-hal buruk terjadi, warga berinisiatif memburu anak ular kobra tersebut dengan berbagai cara. Di antaranya dengan menggandeng pawang ular dari Kebun Binatang Gembiraloka, Yogyakarta. "Kami datangkan untuk memburu indukan, karena warga sudah resah," tandas Sukirno.

Selain di Gunungkidul, DIY, teror ular kobra juga menghantui warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jika sebelumnya ular berbisa itu banyak ditemukan di perumahan, saat ini bermunculan di kawasan perkampungan padat penduduk, di mana salah satunya di perkampungan yang terletak di Jalan Jaya Negara, Kecamatan Kaliwates, Jember. Dalam beberapa hari terakhir, ular kobra ini muncul usai turunnya hujan.

Ular KobraUlar Kobra (Foto: Shutterstock)

Warga yang cemas langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten (Damkar) Jember. Atas laporan warga, tim segera melakukan penyisiran.

Benar saja, petugas menemukan seekor ular kobra yang bersembunyi di balik tumpukan perkakas tidak terpakai milik warga. Ular kobra anakan berukuran 30 sentimeter itu langsung dievakuasi agar tidak membahayakan warga. Petugas juga menemukan satu anak ular kobra lainnya di lokasi yang sama.

Menurut warga, sejak lima hari terakhir, tidak kurang sudah 15 ular kobra dengan berbagai ukuran berhasil ditangkap warga. Tidak hanya di lorong gang, kawanan ular kobra juga ditemukan masuk ke kamar warga.

"Sudah ada 15 ular kobra yang ditangkap di sini. Yang masuk rumah ada 6, tapi kecil-kecil," kata warga setempat bernama Tika.

Meski sejauh ini belum ada korban tergigit, namun tetap saja teror kawanan ular kobra ke rumah-rumah ini sangat meresahkan warga, terlebih bagi mereka yang memiliki anak kecil. Kemunculan anak ular kobra itupun masih menyisakan misteri.

Belum diketahui pasti asal kemunculan belasan ular kobra tersebut. Namun diduga kawanan ular kobra itu bersarang di dalam selokan air warga yang langsung menuju ke sungai.

Petugas Damkar akhirnya membongkar selokan air tersebut lantaran diduga menjadi lokasi kawanan ular kobra bersarang. Fenomena kemunculan ular kobra ini diduga kuat terkair perubahan cuaca yang bertepatan dengan musim kawin binatang itu. Akibatnya, hewan melata tersebut masuk ke permukiman warga.

Salah satu petugas Damkar Jember, Dwi Atmoko, mengimbau warga merapikan barang-barang bekas yang tidak terpakai. Kemudian membersihkan saluran air agar tidak menjadi sarang kawanan ular.

Petugas Amankan UlarPetugas temukan telur ular kobra (Foto: Ist)

"Untuk antisipasi, kami imbau warga membersihkan lorong, rapikan, kalau bisa sering ada kerja bakti lah," kata Dwi.

Jenis Kobra Jawa

Puluhan anak ular kobra yang meneror warga di Perumahan Royal Citayam Residence, Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dketahui berjenis ular Kobra Jawa.

"Dipastikan itu jenis ular Kobra Jawa," kata Ketua Komunitas Reptil Animal Education and Sozialitetion (Action), Rizki Maulana, Rabu (11/12/2019). Ia menjelaskan, kobra jenis ini berbeda dari King Kobra karena ukurannya lebih kecil. Selan itu, Kobra Jawa serta bisa menyemburkan bisa ke ke sebuah objek hingga radius maksimal 3 meter.

"Beda sama King Kobra, kalau Kobra Jawa lebih kecil juga bisa menyembur. Tapi bisa (racun) King Kobra lebih kuat namun sama-sama mematikan," jelasnya.

Menurutnya, peralihan musim kemarau ke musim hujan alias pancaroba seperti ini memang waktu dimana telur ular menetas. Tetapi, lanjut Rizki, indukan ular ini kemungkinan sedang subur sehingga telur yang dihasilkan banyak.

Petugas Amankan UlarPetugas sibuk cari anak ular kobra (Foto: Ist)

"Jadi bukan indukannya ada dua, tapi kemungkinan ular betina lagi bagus reproduksinya, dibuahi jantan yang bagus juga jadi telurnya banyak," kata Rizky.

Hingga saat ini, komunitasnya dan warga belum dapat menemukan sarang maupun indukan ular betina. Ia berpesan kepada warga untuk memakai wangi-wangian di rumah dan menjaga kebersihan.

"Kalau bisa pakai wangi-wangian kamper atau yang lain agar ular menghindar tidak masuk ke rumah. Karena dia itu mencium mangsa, jadi ketika ada wangi dia tidak bisa mencium mangsanya," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini