nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Hal Ini Dinilai Akan Mengganjal Wacana Hukuman Mati untuk Koruptor

Sarah Hutagaol, Okezone · Rabu 11 Desember 2019 07:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 11 337 2140453 3-hal-ini-dinilai-akan-mengganjal-wacana-hukuman-mati-untuk-koruptor-UZeyze48xi.jpg Ilustrasi Hukuman Mati (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat Politik Emrus Sihombing menyebutkan menyebutkan setidaknya ada tiga alasan yang akan membuat hukuman mati untuk terpidana kasus korupsi sulit dilakukan di Indonesia.

Pertama, menurut Emrus, kini tren dunia sedang menuju kesepakatan untuk membuat negara-negara maju lebih beradab, sehingga adanya upaya untuk menghapus hukuman mati.

"Kedua, lembaga HAM internasional selalu memperjuangkan hak asasi manusia, terutama hak hidup seseorang sebagai warga dunia, yang merupakan hak asasi paling mendasar setiap manusia," ucap Emrus, Selasa (10/12/2019).

Ilustrasi

Baca Juga: Pernyataan Jokowi soal Hukuman Mati Koruptor Dinilai Akan Disambut Antusias Masyarakat

Kemudian, Emrus pun menyebut bahwa di Indonesia sendiri yang berlandaskan kepada Pancasila menjunjung tinggi keberadaban manusia, terutama jaminan untuk menjalani kehidupan.

"Karena itu, Indonesia sangat menjungjung tinggi keadaban di semua hal, utamanya jaminan untuk hidup seseorang dari negara. Itulah salah satu hakekat nilai dari turunan Sila Kedua Pancasila yaitu, Kemanusiaan yang Adil dan Beradap," paparnya.

Maka dari itu, ia menilai hal-hal membuat para napi koruptor jera adalah selain dari aspek hukuman, melainkan pula adanya hukuman secara sosial, penyitaan harta benda, hingga pencabutan hak politik.

"Maka perlu dilakukan hukuman tambahan (pemberatan) dengan kerja sosial. Kemudian menyita semua kekayaan milik keluarga inti (pemiskinan), serta mencabut hak politiknya minimal selama 20 tahun ke depan," tutup Emrus. (edi)

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini