nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PP Muhammadiyah Bakal Kawal Kasus Tewasnya 2 Mahasiswa Kendari

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 19:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 10 337 2140323 pp-muhammadiyah-bakal-kawal-kasus-tewasnya-2-mahasiswa-kendari-v3S6xjgfcO.jpg Busyro Muqoddas (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengawal kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas dalam aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara, yakni Randi dan Yusuf Kardawi.

"Kasus ini sejak awal sudah kita ikuti secara detil, pantauan demo pantauan upaya kepolisian mengingatkan kasus ini jauh dari memuaskan, jadi kami sepakat untuk advokasi mengambil peran ini mengangkat ke level pusat nasional," kata Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Selasa (10/12/2019).

 Baca juga: Keluarga 2 Mahasiswa Kendari yang Tewas saat Demo Datangi DPR

Busyro menilai dari kejadian tersebut, pihak kepolisian dianggap bertindak semena-mena dalam menangani aksi unjuk rasa yang pecah pada September lalu.

"Negara dalam hal ini aparat kepolisian semakin semena-mena," ungkapnya.

 Baca juga: Brigadir AM Tersangka Penembakan Mahasiswa Harus Dipecat

Busyro juga menilai dalam proses penegakan hukum selain tidak jujur tidak transparan juga menunjukkan arogansi negara.

"(Padahal) Penegakan demokrasi memerlukan keterbukaan kejujuran, kami melihat ini negara dalam hal ini aparat mencerminkan tidak demokratis, kami sepakat bahwa maslaha di Kendari tidak bisa dilepaskan," ungkapnya.

Sementara itu, Ibu Yusuf Qardhawi, Endang Yulida mengaku dirinya sangat berharap banyak agar peristiwa tersebut menemukan titik terang, sehingga pelaku yang menghabisi nyawa putranya saat aksi unjuk rasa.

"Saya berharap pelaku anak saya diungkap, anak saya korban kekerasan, dimana ada kekerasan pasti pelaku. Kenapa sampai hari ini belum bisa diungkap," ujarnya.

Untuk itu, Endang meminta negara benar-benar hadir dalam menegakan keadilan.

"Saya hanya ingin meminta keadilan untuk anak saya, tapi mereka menghabisi nyawa anak saya dengan sadis. Saya tidak tahu benda apa yang menghancurkan kepala Yusuf," tutup Endang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini