nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sita Dokumen Keuangan BPR Terkait Suap Bupati Indramayu

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 15:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 10 337 2140219 kpk-sita-dokumen-keuangan-bpr-terkait-suap-bupati-indramayu-kGpHYki6hS.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen yang diduga merupakan catatan keuangan terkait kasus dugaan suap Bupati Indramayu nonaktif, Supendi. Dokumen catatan keuangan itu disita penyidik usai menggeledah kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indramayu, pada hari ini.

"Setelah selesai melakukan penggeledahan di kantor BPR Indramayu, dan melakukan penyitaan sejumlah dokumen-dokumen keuangan terkait dugaan suap terhadap Bupati," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga:  KPK Geledah Bank Perkreditan Rakyat Indramayu Terkait Kasus Suap Proyek

Tim penyidik secara paralel juga menggeledah kediaman Direktur Utama (Dirut) BPR Indramayu di Jalan Yos Sudarso. Belum diketahui, apa saja yang disita dari penggeledahan di rumah Dirut BPR Indramayu.

"Berikutnya, tim KPK bergerak ke Rumah Dirut BPR Indramayu di Jalan Yos Sudarso, Indramayu. Penggeledahan di lokasi kedua mulai dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB," ujarnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Indramayu, Jawa Barat, Supendi (SP) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya. Selain Supendi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya.

Ketiganya yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Indramayu, Omarsyah (OMS); Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Indramayu, Wempy Triyono (WT); serta satu pihak swasta Carsa AS (CAS).

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek. Dugaan permintaan uang kepada Carsa dilakukan sejak Mei 2019 sejumlah Rp100 juta.

Baca Juga: KPK Panggil Asintel Kejati Kalteng dan Kasat Reskrim Polres Indramayu

KPK

Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Supendi tercatat mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Supendi total menerima uang dugaan suap dari Carsa sebesar Rp200 juta. Sedangkan Omarsyah diduga menerima Rp350 juta dan sepeda. Sementara Wempy menerima Rp560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini