nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Geledah Bank Perkreditan Rakyat Indramayu Terkait Kasus Suap Proyek

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 13:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 10 337 2140163 kpk-geledah-bank-perkreditan-rakyat-indramayu-terkait-kasus-suap-proyek-JMzpmQi6Ho.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indramayu yang terletak di Jalan Letnan Jenderal S Parman Nomor 20, Margadadi, Indramayu, Jawa Barat, pada hari ini. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap pengatiran proyek di Indramayu yang menyeret Bupatinya, Supendi.

"Tim KPK datangi BPR Indramayu sejak pagi pukul 10.00 WIB tadi. Lakukan penggeledahan dalam perkara dugaa suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga: KPK Panggil Asintel Kejati Kalteng dan Kasat Reskrim Polres Indramayu 

Hingga saat ini, penggeledehan masih berlangsung di kantor BPR Indramayu tersebut. Belum diketahui ruangan mana saja serta apa saja disita dalam penggeledahan tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Okezone) 

Lebih lanjut, dibeberkan Febri, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi dari unsur Pemkab Indramayu dan swasta pada Senin, 19 Desember 2019, kemarin. Pemeriksaan dilakukan di kantor Mapolres Cirebon Kota.

"Kepada para saksi didalami informasi tentang dugaan pengaturan proyek-proyek di Dinas PUPR dan penerimaan uang dari rekanan," ucapnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Indramayu, Jawa Barat, Supendi (SP) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya. Selain Supendi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya.

Ketiganya yakni, Kadis PUPR Kabupaten Indramayu, Omarsyah (OMS); Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu, Wempy Triyono (WT); serta satu pihak swasta Carsa AS (CAS).

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek. Supendi ‎diduga sudah mulai meminta uang kepada Carsa sejak Mei 2019 sejumlah Rp100 juta.

Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Baca Juga: Mantan Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Diperiksa KPK 

Supendi tercatat mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Supendi total menerima uang dugaan suap dari Carsa sebesar Rp200 juta. Sedangkan Omarsyah diduga menerima Rp350 juta dan sepeda. Sementara Wempy menerima Rp560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini