nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil Asintel Kejati Kalteng dan Kasat Reskrim Polres Indramayu

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 11:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 10 337 2140102 kpk-panggil-asintel-kejati-kalteng-dan-kasat-reskrim-polres-indramayu-lNXqxmorCt.jpg Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Asintel Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdillah serta Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Indramayu, Suseno Adi Wibowo, hari ini.

Keduanya dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan pengaturan proyek di lingungan Pemkab Indramayu Tahun 2019. Anggota Korps Adhiyaksa dan Korps Bhayangkara tersebut akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Bupati nonaktik Indramayu, Supendi (SP).

"Keduanya akan dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka SP," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Selasa (10/12/2019).

Belum diketahui kaitan Kasat Reskrim Polres Indramayu dan Asintel Kejati Kalteng tersebut dengan perkara ini. KPK diduga sedang mendalami konstruksi perkara ‎kasus dugaan suap yang melibatkan Supendi.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Supendi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di lingkungan kekuasaannya. Selain Supendi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya.

Febri Diansyah. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi)

Ketiganya yakni Kadis PUPR Kabupaten Indramayu, Omarsyah (OMS); Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu, Wempy Triyono (WT); serta satu pihak swasta Carsa AS (CAS).

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek. Supendi ‎diduga sudah mulai meminta uang kepada Carsa sejak Mei 2019 sejumlah Rp100 juta.

Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Supendi tercatat mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Supendi total menerima uang dugaan suap dari Carsa sebesar Rp200 juta. Sedangkan Omarsyah diduga menerima Rp350 juta dan sepeda. Sementara Wempy menerima Rp560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa.

Supendi, Omarsyah, dan Wempi yang diduga sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Carsa yang diduga sebagai pihak pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini