nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petinggi PT Garuda Indonesia Dipanggil KPK Terkait Suap Pengadaan Pesawat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 11:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 10 337 2140086 petinggi-pt-garuda-indonesia-dipanggil-kpk-terkait-suap-pengadaan-pesawat-OpBIUoiE2o.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: Okezone.com/M Rizky)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap sembilan saksi terkait dugaan kasus pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia yang dibeli dari Rolls Royce PLC.

Sembilan saksi itu yakni, Commercial Experts PT Garuda Indonesia, Ardy Protoni Doda; Corporate Planning ‎PT Garuda Indonesia, Albert Burhan; mantan Direktur Komersial PT Garuda Indonesia, Agus Priyanto; mantan Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko PT Garuda Indonesia, Achirina.

Kemudian, mantan Executive EVP Services PT Garuda Indonesia, Arya Respati Suryono; mantan Direktur Operasi PT Garuda Indonesia, Ari Sapari; Pensiunan Pegawai PT Garuda Indonesia, Agus Wahjudo; mantan Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia, Handrito Harjono; serta Direktur Keuangan Gapura Angkasa, Ester Siahaan.

‎"Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka HDS (Hadinoto Soedigno)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Selasa (10/12/2019).

‎Hadinoto Soedigno merupakan mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia yang telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara ini. Ia diduga terlibat dalam asus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015.

Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat tahun anggaran 2008 - 2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Bos PT MRA Soetikno Soedarjo‎ sebagai tersangka kasus‎ dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Emirsyah diduga telah menerima sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

Kemudian, KPK mengidentifikasi adanya dugaan suap dalam pengadaan pesawat selain jenis Airbus. KPK menduga ada indikasi suap dalam pembelian pesawat jenis Bombardier dan Avions de Transport Regional (ATR). Total suap yang berhasil diidentifikasi KPK sebesar Rp‎100 miliar.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini