nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Para Koruptor Dihukum Mati

Awaludin, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 08:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 09 337 2139920 menanti-para-koruptor-dihukum-mati-Y6ngpAqupQ.jpg Ilustrasi hukuman mati (foto: shutterstock)

SENIN, 9 Desember 2019 tepat Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2019. Dalam Harkordia 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih menggelar bersama pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 57, Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam sambutannya, ia mengimbau kepada para pelajar untuk mencegah perilaku korupsi sejak dini. Sebab, perilaku rasuah tersebut bisa menghancurkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Anak-anak sejak dini harus mengetahui ini. Karena korupsilah yang banyak menghancurkan kehidupan negara kita, kehidupan rakyat kita," tegas Jokowi.

 Presiden Jokowi

Jokowi juga meminta budaya korupsi sekecil apapun tidak boleh dilakukan pelajar. Kata dia, korupsi yang besar biasanya terjadi lantaran sudah kebiasaan melakukan tindakan-tindakan koruptif dalam hal-hal yang kecil.

"Kalau yang kecil tidak diperhatikan nanti larinya ke yang besar. Enggak boleh menggunakan (korupsi) waktu pembelajaran juga enggak boleh. Karena dari situlah bibit korupsi akan muncul," sambungnya.

Namun, dalam acara tersebut, seorang pelajar di SMKN 57, menanyakan kepada Jokowi mengapa koruptor tidak dihukum mati saja agar menimbulkan efek jera. Lalu apa respons Jokowi?

"Ya, bisa saja kalau jadi kehendak masyarakat," kata Jokowi.

Ia pun menambahkan, saat ini undang-undang yang mengatur soal hukuman mati belum ada yang memberikan sanksi hukuman mati kepada para terpidana pelaku korupsi. Sehingga, sambung dia, perlu ada revisi soal UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang dibahas bersama DPR.

"Itu yang pertama kehendak masyarakat. Kalau masyarakat berkehendak seperti itu dalam rancangan UU Pidana, UU Tipikor itu dimasukkan," ujarnya.

Hal itu pun mendapatkan respon dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo. Menurutnya, hukuman mati untuk koruptor sudah tercantum di dalam undang-undang. Kini, pihaknya tinggal menunggu penerapannya saja apabila syarat-syaratnya sudah terpenuhi.

"Ya memang di dalam UU-nya sudah ada kan? Penerapannya saja kita lihat," kata Agus di Gedung KPK.

"Kan ada syarat khusus yang harus diterapkan. Jadi, syaratnya sudah memenuhi atau belum. Jadi, kalau suatu saat memenuhi ya diterapkan saja," sambungnya.

Aturan tentang hukuman mati bagi koruptor tertuang dalam Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 gantung diri

Pasal 2 Ayat 1 UU Tipikor berbunyi: "Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonornian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar."

Pasal 2 Ayat 2 UU Tipikor berbunyi: "Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan."

Frasa 'keadaan tertentu' yang dimaksud Pasal 2 Ayat 2 UU Tipikor ialah alasan pemberatan pidana bagi pelaku. Keadaan tertentu tersebut misalnya apabila ada dana yang ditilap bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam, penanggulangan krisis ekonomi, dan lain sebagainya.

Tahun ini, Presiden Jokowi tidak menghadiri acara Hakordia Tahun 2019 bersama sejumlah pimpinan KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

 Korupsi

Jokowi tak memperdulikan para pimpinan KPK yang mengharapkan kehadirannya dalam acara tersebut. Terlebih, pimpinan lembaga antirasuah tersebut ingin Kepala Negara bisa segera menerbitkan Perppu UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

"Ya bagi-bagilah masa setiap tahun saya terus. Ini Pak Ma'ruf belum pernah ke sana, silakan Pak Ma'ruf saya di tempat lain," kata Jokowi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini