Dianggap Mr X, WNI yang Tewas di Malaysia Baru Dimakamkan Setelah 52 Hari

Ade Putra, Okezone · Senin 09 Desember 2019 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 337 2139797 dianggap-mr-x-wni-yang-tewas-di-malaysia-baru-dimakamkan-setelah-52-hari-MywIiOJYZj.jpg (Foto: Okezone.com/Ade Putra)

KUCHING - Masih ingat dengan kisah warga Sumatera Utara bernama Milda Situmorang dan lima anaknya yang terlantar di Malaysia karena Irwan, suaminya meninggal dunia?

Kini, jenazah Irwan baru dimakamkan di Tanah Perkuburan Islam Kemunting, Bintulu, Sarawak, Malaysia. Butuh proses dan waktu panjang untuk pemakaman Irwan setelah dinyatakan meninggal dunia karena terkena bakteri kencing tikus.

Warga asal Sulawesi Tengah itu meninggal dunia pada 16 Oktober 2019 saat dirawat di salah satu rumah sakit di Bintulu. Namun baru dimakamkan pada Sabtu 7 Desember 2019.

"Almarhum Pak Irwan baru dimakamkan Sabtu," kata Mohamad Kholili, salah satu anggota Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (Forkommi) Sarawak kepada Okezone, Senin (9/12/2019).

Dijeaskan Kholili, proses mengeluarkan jenazah Irwan dari rumah sakit hingga pemakaman memang sedikit terkendala. Pasalnya Irwan tidak memiliki dokumen atau identitas diri.

"Sehingga kami dari Forkommi dan pihak hospital (rumah sakit) melaporkan ke Polisi Malaysia, (Irwan) jadi Mr X. Makanya penguburannya lama, karena kami menunggu keputusan Mahkamah," ujarnya.

(Foto: Ade Putra)

Semasa perawatan selama dua pekan di rumah sakit hingga pengurusan pemakaman, Irwan diurus oleh Forkommi, Exrameal Bintulu serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching.

"Semua biaya hospital sampai pemakaman dibiayai Kerajaan Malaysia. Sebab Pak Irwan dianggap Mr X. Tidak dikenali," jelasnya.

Untuk proses pemakaman ini, Forkommi juga dibantu oleh Jabatan Agama Islam (Jais) Malaysia. Pemakaman berlangsumg lancar. Hanya terjadi penundaan sehari dari hari yang direncanakan karena hujan.

Kisah Irwan dan terlantarnya istri serta lima anaknya yang masih kecil ini membuat haru masyarakat di Tanah Air maupun warga negara Indonesia yang berada di Sarawak, terutama masyarakat di tanah kelahiran Irwan.

Lebih menjadi perhatian publik adalah kisah perjuangan hidup mereka di negeri orang dan nasib kelima anak mereka kelak.

Semasa hidup, Irwan menafkahi keluarganya dari hasil berkebun di lahan milik orang lain. Mereka tinggal di pondok atau gubuk di lahan yang digarap yang sering disebut hutan, tepatnya di Kampung Penan, Baru 9, Bintulu.

Karena Irwan sakit-sakitan, Milda menjual sayuran hasil kebun ke pasar. Perempuan 45 tahun ini berjalan kaki dengan jarak tempuh atau berjam-jam. Sampai-sampai Milda dikira orang gila karena penampilannya yang tidak meyakinkan sebagai penjual sayur. Selain itu, cara Milda bicara tidak karuan karena stres dengan nasib yang dialami. Sosok Milda pun kemudian viral di media sosial.

Kemudian, komunitas sosial Extrameal Bintulu dan pegiat Medsos Bintulu News Francis Ngu Hown Hua menyelidiki kebenaran kondisi Milda. Dan, pada akhirnya terungkaplah bahwa ada sepasang suami istri tanpa dokumen resmi tinggal di hutan Malaysia dengan lima anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini