Novel Baswedan: Pemberantasan Korupsi Diserang dari Berbagai Sisi

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 09 Desember 2019 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 09 337 2139758 novel-baswedan-pemberantasan-korupsi-diserang-dari-berbagai-sisi-M8UJ6KZp6K.JPG Penyidik KPK, Novel Baswedan (foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengatakan upaya pemberantasan korupsi saat ini terserang dari berbagai sisi. KPK secara institusi dilemahkan melalui aturan hukum yang baru saja disahkan.

"Perjuangan pemberantasan korupsi justru terserang dari berbagai sisi, baik KPK-nya yang dilemahkan serangan-serangan yang dibiarkan, dan justru malah terkesan ada kemenangan bagi koruptor," kata Novel bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

 Baca juga: Bamsoet: Pencegahan & Pengembalian Aset Harus Jadi Prioritas Pemberantasan Korupsi

Novel menegaskan, pelemahan terhadap KPK tidak boleh dibiarkan. Pasalnya, saat ini pemerintah sedang giat-giatnya melakukan pembangunan. Maraknya pembangunan itu mesti diawasi agar tidak ada kebocoran anggaran yang signifikan.

"Tentu ini tidak boleh dibiarkan. Tentu pesannya kita berharap kepada pemerintah yang sedang giat membangun. Kita mesti sadar bersamaan dengan pembangunan pasti kebocoran dan korupsi juga banyak," tuturnya.

 Korupsi

Novel berhusnudzon apa yang dilakukan pemerintah saat ini baik. Tetapi, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan harus selaras dengan penguatan penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi.

"Jadi kita berharap ke depan Indonesia lebih baik, tapi tidak boleh dibiarkan setiap pelemahan dilakukan terhadap KPK atau lembaga antikorupsi," tukas dia.

 Baca juga: Mahfud MD: Korupsi Ibarat Memotong Urat Nadi Kehidupan Bangsa

Lebih lanjut, Novel menegaskan bahwa Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK atau UU KPK hasil revisi telah melemahkan lembaga antirasuah, khususnya dalam hal penindakan. Novel mengingatkan pencegahan korupsi tidak bisa berjalan sendirian tanpa adanya penindakan.

"Kita lihat UU yang baru, jelas UU itu melemahkan. Mau di sisi apapun saya katakan itu melemahkan," tegas dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini