nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Pesan Presiden Jokowi di Hari Antikorupsi Sedunia

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 13:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 09 337 2139675 ini-pesan-presiden-jokowi-di-hari-antikorupsi-sedunia-Kr4vh0qRHr.jpg Presiden RI, Joko Widodo (foto: MNC Media)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan empat pesannya dalam peringatan hari antikorupsi sedunia. Pertama, kata dia, pemerintah ingin sistem pencegahan diperkuat guna mencegah adanya penyelewangan dan prilaku koruptif.

"Pertama pembangunan sistem itu menjadi hal yang sangat penting dalam rangka memberikan pagar-pagar agar penyelewengan itu tidak terjadi," ujar Jokowi di SMKM 57, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Mahfud MD: Korupsi Ibarat Memotong Urat Nadi Kehidupan Bangsa

Sementara kedua, Jokowi ingin adanya perubahan dalam rekrutmen dalam politik. Pasalnya, biaya pencalonan kepala daerah hingga jabatan lainnya sangat besar mengakibatkan pejabat kerap melakukan korupsi.

"Rekrutmen politik proses rekrutmen politik penting sekali jangan sampai rekrutmen politik membutuhkan biaya yang besar sehingga nanti orang akan tengak-tengok bagaimana pengembaliannya. Itu bahaya," paparnya.

Baca juga: Firli Bahuri Harap Suatu saat Indonesia Tak Lagi Peringati Hari Antikorupsi

Sementara, pesan ketiga Jokowi yakni perlunya fokus dalam bekerja baik pemberantasan maupun pencegahan tindak pidana korupsi. Menurut dia, evaluasi dalam persoalan korupsi bisa menghasilkan tindakan konkret dan bisa terukur guna perbaikan sistem tersebut.

"Keempat menurut saya OTT, penindakan perlu tapi setelah penindakan harus ada perbaikan sistem masuk ke instansi misalnya satu provinsi ada gubernur ditangkap setelah ditangkap seharusnya perbaikan sistem masuk ke situ," imbuhnya.

Jokowi mengaku akan segera bertemu dengan pimpiman KPK yang baru guna menyampaikan perbaikan sistem seperti yang tertuang dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK yang sudah disahkan tersebut.

"Saya sampaikan baik menyampaikan perbakan sistem, baik rekrutmen sistem di politik yang ketiga mengenai fokus di KPK apakah perbaikan di sisi eksekutif daerah, atau sisi pemerintah pusat atau kepolisian atau kejaksaan. Sehingga harus ditentukan fokusnya sehingga tidak sporadis, evaluasi sangat perlu," terang dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun juga mengungkapkan ingin berbicara dengan para pimpinan partai politik, guna membahas bagaimana sistem rekrutmen politik yang murah guna mencegah prilaku korupsi yang banyak dilakukan para politisi tersebut.

"Itu harus dibicarakan dengan partai-partai politik. Sistem rekrutmen politik yang paling murah ini yang perlu dibicarakan," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini