Pasca-Rakernas, Duet Mulfachri-Hanafi Rais Dijagokan Pimpin PAN

Fadel Prayoga, Okezone · Minggu 08 Desember 2019 22:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 08 337 2139463 pasca-rakernas-mulfachri-hanafi-rais-dijagokan-pimpin-pan-GFs6R9xvcF.jpg Ilustrasi Partai Amanat Nasional (PAN) (foto: Ist)

JAKARTA - Pasca-Rakernas Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, nama Mulfachri-Hanafi Rais makin popular di kalangan kader PAN. Mulfahri dijagokan menjadi calon ketua umum, dan Hanafi Rais sebagai calon sekretaris jenderal PAN.

Sekretaris tim pemenangan Mulfachri, Ahmad Yohan menjelaskan, hingga saat ini sudah ada 353 DPD dan belasan DPW PAN yang memberikan dukungan pada Mulfachri.

Baca Juga: Bima Arya Masih Galau untuk Maju Sebagai Caketum PAN 

"Ini dukungan riil. Dan 350 DPD PAN ini adalah berasal dari DPD-DPA PAN yang searah dengan visi bang Mulfachri untuk perbaikan partai ke depan," ucap Yohan kepada wartawan, Minggu (8/12/2019).

Mulfachri Harahap (foto: Okezone)	 

Dia menambahkan, dukungan DPW dan DPD PAN pada Mulfahri-Hanafi ini berdasarkan pertimbangan kondisi objektif partai. Menurutnya, para kader ingin PAN ini menjadi partai modern yang menjaga kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan.

Selain itu, mereka juga menginginkan ada visi baru, untuk membangun partai ini dari keterpurukan di Pemilu 2019.

"Sejak Pemilu 2004-2014, PAN selalu ada di 'Jebakan Lima Besar' dalam perolehan suara nasional. Dan pada Pemilu 2019, perolehan suara PAN nyungsep ke urutan delapan. Tentu ini ada kaitannya dengan salah urus partai. Soal manajemen pengelolaan partai yang lemah. Dan lebih penting adalah menjaga PAN dari akar sosial pemilihnya," urai dia.

Yohan pun menyinggung pidato Amien Rais pada pembukaan Rakernas PAN, Sabtu 7 Desember, kemarin yang dianggap sudah tepat. Sebab, PAN harus tetap menjaga khittah dan cita-cita sosialnya. Dengan demikian, basis sosial PAN ini akan konsisten terhadap PAN.

Baca Juga: Rakernas Diwarnai Adu Mulut, Amien Rais Ajak Kader PAN Beristighfar 

Wansus Bersama Okezone, Hanafi Rais Ungkap Kesibukan dan Kegemarannya

"Kita bisa lihat partai lain seperti PKB, PKS atau PDIP. Mereka punya basis sosial dan konsisten dengan jargon-jargon yang akseptabel dengan basis sosialnya. Sedangkan, suara PAN tergerus di Pemilu 2019, selain akibat faktor manejemen kepemiluan partai yang lemah, juga disebabkan oleh larinya pemilih ideologis PAN," tutur Sekretaris Fraksi PAN DPR RI tersebut.

Oleh sebab itu, kata dia, PAN butuh penyegaran, dengan menghadirkan pemimpin muda di partai. "Dengan adanya, kader-kader muda yang memimpin PAN, diharapkan dapat memberikan energi baru bagi pembaharuan PAN ke depan," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini