KPK Cek Kepastian Sjamsul Nursalim Masuk Red Notice Interpol

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 08 Desember 2019 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 08 337 2139381 kpk-cek-kepastian-sjamsul-nursalim-masuk-red-notice-interpol-hywaixOQ7i.jpg Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengaku belum mengetahui apakah tersangka Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim sudah masuk ke dalam catatan red notice interpol atau belum. Saut akan memastikan kembali Sjamsul Nursalim masuk dalam red notice interpol.

"Saya kurang tahu apakah di red notice-nya sudah masuk atau belum. Aku belum lihat red notice-nya, apakah sudah keluar atau belum red notice-nya. Aku cek dulu," kata Saut saat menghadiri diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019).

 Baca juga: Permintaan KPK soal Red Notice Sjamsul Nursalim Dianggap Sewenang-wenang

Sebelumnya, KPK telah mengirimkan surat kepada National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia untuk turut membantu menangkap pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.

Sjamsul dan Itjih merupakan‎ tersangka sekaligus buronan dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) terhadap obligor BDNI.‎ KPK sendiri telah menetapkan keduanya sebagai buronan dengan meminta bantuan Polri.

 Baca juga: Permintaan Bantuan ke Interpol Dipermasalahkan, Ini Jawaban KPK soal Sjamsul Nursalim

Saut mengatakan, sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan laporan dari Interpol terkait Sjamsul Nursalim. Saat ini, KPK sedang fokus memantau red-notice Sjamsul dan istrinya.

"Oh belum. Belum, ya. Cuma lebih jauh dari itu, red notice-nya sudah ada enggak. Kalau enggak ada, berarti bagaimana negara lain mau bantu. Kan, belum muncul di situ," ucapnya

Dalam perkara ini, Sjamsul dan istrinya disebut melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung. Sjamsul dan istrinya diduga sebagai pihak yang diperkaya sebesar Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini