nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Surat Pernyataan RA kepada Mantan Pejabat BPJS Terkait Pelecehan Seksual

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Minggu 08 Desember 2019 12:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 08 337 2139344 surat-pernyataan-ra-kepada-mantan-pejabat-bpjs-terkait-pelecehan-seksual-S0BbTblMzF.jpg Foto: Okezone.com/Sarah

JAKARTA - Mantan seorang pegawai wanita dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), berinisial RA meminta maaf kepada Syafri Adnan Baharuddin (SAB) atas tuduhan pelecehan seksual.

Hal tersebut tertuang dalam surat pernyataan yang dibuat oleh RA, dan ditunjukkan oleh mantan Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) itu dalam konferensi pers.

Permohonan maaf tersebut tertuang dalam surat pernyataan yang ditulis oleh RA dengan tulisan tangan pada tanggal 26 November 2019 silam tersebut dibuat secara sadar dan tanpa paksaan.

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada bapak Syafri Adnan Baharuddin dan keluarga atas tuduhan yang tidak benar tersebut, yang menyebabkan kehormatan dan nama baik bapak Syafri dan keluarga besar menjadi tercemar," begitu bunyi pernyataan itu, Minggu (8/12/2019).

 Baca juga: Tidak Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual, Mantan Pejabat BPJS Sujud Syukur

Sujud

Dalam surat pernyataan tersebut juga tertulis bahwa RA meminta maaf, dan menyatakan bahwa Syafri tidak benar telah melakukan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan sebelumnya.

"Tuduhan saya selama ini terhadap Bapak Syafri Adnan Baharuddin di mana telah terjadi pemerkosaan dan atau pelecehan seksual dengan paksaan adalah tidak benar,” lanjut bunyi surat itu.

Melalui pemberitaan terkait pelecehan seksual tersebut, RA pun meminta maaf karena menyebabkan kerugian materil dan imateril yang dialamai oleh Syafri.

"Bahwa kejadian tersebut yang juga telah diberitakan oleh media massa maupun elektronik mengakibatkan banyak pihak yang memprovokasi dan memanfaatkan peristiwa tersebut sehingga mengakibatkan kerugian baik materil maupun imateril," tutup surat itu.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini