nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deretan Kasus Serangan Harimau, dari Panjat Pohon Sawit hingga Tersisa Kaki dan Tulang

Alfina Nuraini, Jurnalis · Minggu 08 Desember 2019 05:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 08 337 2139263 deretan-kasus-serangan-harimau-dari-panjat-pohon-sawit-hingga-tersisa-kaki-dan-tulang-RxZNKxo9VI.jpg Ilustrasi Harimau (foto: WWF)

JAKARTA - Kasus warga diserang harimau seolah tidak ada habisnya. Peristiwa terbaru dialami petani kopi asal Desa Karang Dalam, Sumatera Selatan, yang ditemukan dengan kondisi tewas mengenaskan.

Berikut Okezone coba paparkan deretan kasus penyerangan harimau yang pernah terjadi di Indonesia:

1. Serangan Harimau di Riau

Konfik antara manusia dan harimau sumatera (Panthera Tigris Sumaterae) di Kabupaten Inhil, Riau, kerap terjadi. Hingga kini sudah empat warga tewas diterkam si raja hutan.

Terbaru, harimau sumatera menyerang penebang kayu akasia untuk industri kayu dan pulp bernama Wahyu (19) di Kecamatan Plangiran.

Harimau Bonita (foto: Ist) 

Korban merupakan pekerja dari PT Kencholin, kontraktor PT RIA, anak perusahaan Sinarmas Group. Korban diserang pada 24 Oktober 2019 sore. Ini menambah daftar panjang kematian manusia akibat serangan harimau.

Sebelumnya pada 26 Agustus 2019, seekor harimau sumatera juga menyerang warga bernama Indra (36). Korban diserang harimau di sebuah hutan di Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.

Penyerangan paling heboh melihatkan harimau bernama Bonita, terjadi pada 3 Januari 2018, seorang warga bernama Jumiati, karyawati PT THIP (Tabung Haji Indo Plantation) tewas diserang di wilayah Plangiran. Sementara 2 rekannya yakni Yusmawati (33), Fitriyanti (40) berhasil lari dari kejaran Harimau Bonita. Bahkan salah satu korban dikejar hingga memanjat pohon sawit.

Harimau Bonita (foto: Ist) 

Nahas, Jumiati, pekerja perusahaan sawit asal Malaysia tewas diterkam Harimau Bonita saat sedang mengecek pohon sawit. Korban tewas setelah diterkam dan sebagain tubuhnya dimangsa. Kemudian pada 10 Maret 2018, harimau Bonita kembali menyerang warga bernama Yusri.

Bonita terus menebar teror dengan menyerang warga. Belakangan petugas menangkap harimau betina dan merelokasinya ke Pusat Rehabilitasi wilayah Sumatera Barat. Bonita sudah dikembalikan ke alam liar setelah hampir setahun direhabilitasi. Bonita diduga melakukan penyerangan karena anaknya ditangkap warga.

2. Serangan Harimau di Jambi

Kasus petani diterkam harimau terjadi di Jambi. Saat sedang meladang seorang wanita asal Pungut Mudik, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Jambi diterkam Harimau Sumatera.

Kejadian berawal saat korban bersama suaminya Usman (60) pada Kamis 24 Mei 2018, sekitar pukul 09.30 WIB pergi ke ladang miliknya di Wilayah Pemetik Kecil. Namun saat Rusmawati sedang asik menanam kulit manis, tiba-tiba datang seekor Harimau dari arah belakang dan langsung menerkam korban.

Dari hasil pemeriksaan di rumah sakit DKT Sungai Penuh, korban mengalami luka di bagian bahu kanan, luka pada punggung kanan dan luka lecet pada bagian kening serta tangan.

3. Serangan Harimau di Sumatera Selatan

Penyerangan harimau juga pernah terjadi di Dusun 2 Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Seorang wanita petani karet tewas mengenaskan diterkam harimau.

Korban bernama Asia Juminten (61) ditemukan tewas mengenaskan di perkebunan karet di Dusun 7 Desa Sungai Jernih. Awalnya almarhumah sempat hilang karena tak kunjung pulang usai menyadap karet pada Senin 17 Juli 2019.

Ilustrasi Harimau (foto: WWF)	 

Keluarga yang khawatir akhirnya meminta pertolongan warga untuk melakukan pencarian hingga malam hari. Sekitar pukul 20.15 WIB, warga menemukan korban dalam kondisi meninggal.

Kemudian, kasus serangan harimau juga dialami seorang wisatawan di Kawasan Gunung Dempo Sumatera Selatan. Peristiwa berasal saat seorang wisatawan asal Musi Banyuasin bernama Irfan (19) berada di kawasan perkebunan teh, Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatera Selatan, pada Sabtu 17 November 2019.

Saat itu korban bersama lima rekannya sedang berwisata di perkebunan teh Gunung Dempo dengan mendirikan tenda.

"Dua unit tenda yang didirikan di kebun teh kawasan Tugu Rumah porak-poranda. Awalnya seperti ada manusia yang menghantam kaki saya ke tanah. Sesudah 5 menit kemudian ada yang merobek tenda dan langsung terkena kepala saya, saat dilihat harimau tersebut berwarna putih," jelas Irfan.

Usai kejadian tersebut Irfan mengalami luka di pelipis mata dan wajah kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Seakan tiada hentinya, kali ini Harimau Sumatera kembali mengguncangkan warga Desa Bukit Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Seorang petani kopi bernama Yudiansah Harianto (39) tewas mengenaskan usai diserang harimau.

Tubuh korban ditemukan sudah tidak utuh dan hanya menyisakan kaki serta tulang belulang saat ditemukan pada kamis 5 Desember 2019. Proses evakuasi korban cukup sulit karena kondisi medan yang harus menuruni perbukitan dan menempuh satu jam perjalanan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini