nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Semangat Siswa Berkebutuhan Khusus Tetap Belajar di Tenda Darurat

Hambali, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 14:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 07 337 2139108 semangat-siswa-berkebutuhan-khusus-tetap-belajar-di-tenda-darurat-eoGExo0jWo.jpg Sekolah TErancam Longsor di Tangsel (Foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Seluruh siswa-siswi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 beberapa pekan terakhir harus menjalani aktivitas belajar-mengajar di tenda darurat yang terpasang di halaman SKh Assalam 02, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Sarana dan prasarana di tenda darurat memang tidak senyaman di gedung sekolah sebelumnya. Rasa panas dan ruangan yang terbatas, membuat 84 siswa SKh Assalam 01 harus sabar bergantian mengikuti pelajaran.

SKh Assalam 01 memang harus menumpang di SKh Assalam 02 sejak akhir November 2019 kemarin. Para siswa di antara kedua sekolah itu tak bisa digabung, lantaran Assalam 01 khusus diperuntukkan bagi siswa tunarungu. Sedang Assalam 02 khusus bagi siswa tunagrahita.

Meski dengan kendala itu, para siswa SKh Assalam 01 nampak tak mengendurkan semangat belajarnya. Mereka terlihat ceria dan aktif mana kala sang guru tengah menyampaikan pelajaran dengan metode khusus.

"Mereka tetap semangat ya, cuma itu kita sebagai guru-gurunya kasihan saja dengan kondisi ini. Kalau di tenda kan tahu sendiri, agak panas, sempit, tapi kita selalu hibur mereka. Sejauh ini, semangat mereka tetap terjaga ya," ujar Indri Firmandyah, Bendahara SKh Assalam 01 kepada Okezone, Jumat (6/12/2019).

Lipsus

Okezone coba membaur dengan para siswa SKh Assalam 01 yang bersiap pulang menunggu jemputan keluarga. Karena komunikasi mereka terbatas, tak ada ungkapan apapun yang mereka sampaikan. Kebanyakan hanya melempar senyum kecil dan tertawa.

Assalam

Salah satu orang tua murid bernama Lisa (47), menuturkan, cukup lega dengan pemindahan lokasi belajar anaknya dari gedung sekolah Assalam 01 yang terletak di Jalan Cendana IV, Nomor 72, RT05 RW04, Kavling Serpong. Pasalnya, bangunan itu terancam longsor dan sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan seluruh siswa.

"Nggak apa-apalah belajar sementara di tenda, yang penting aman. Kalau di sana kita was-was, takut kenapa-kenapa. Apalagi hujan terus setiap hari, bisa rawan longsor," ungkapnya.

Dia berharap, pemerintah Kota Tangsel bisa membantu memberikan solusi agar ke depan kegiatan belajar-mengajar diberi tempat yang lebih layak, meskipun hnya sementara. Karena pihak sekolah Assalam 01 menyatakan, tengah berencana membangun sekolah baru bersebelahan dengan SKh Assalam 02.

"Itu kn nggak tahu kapan jadinya, dibangun jiga belum. Paling nggak sementara ini, ada tempat yang layak dulu buat anak-anak. Katanya mau dikasih tempat di UPT Serpong, Senin besok mungkin sudah bisa ke sana," ucapnya.

Kondisi

Sebelumnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah meminta Dinas Pekerja Umum (PU) memeriksa lapisan tanah di area SKh Assalam 01, sebelum membangun turap di dataran bagian belakang sekolah.

Bagian belakang dataran sekolah itu mengalami retakan yang menyebabkan lantai keramik terpecah-pecah. Retakan kian menjadi akibat pergeseran tanah bila diterpa hujan deras. Pemkot Tangsel berencana membuat turap di bagian belakang sekolah.

"Kalau dibangun turap, saya pikir kita selidiki dulu lapisan tanahnya, sampai berapa dalam tebalnya ke bawah," kata Nur Hidayat, Kepala Bagian Program dan Anggaran Pusat Teknologi Reduksi Resiko Bencana BPPT.

Menurut Nur Hidayat, pengecekan secara detail terhadap kontur dan ke dalaman tanah harus dilakukan, mengingat pembangunan turap membutuhkan pondasi yang kuat. Dia khawatir, pembangunan turap tanpa perencanaan matang justru menambah beban hingga menyebabkan terjadinya longsor.

"Karena kalau pondasi diturap itu masih di atas lapisan bidang gelincirnya ya percuma, akan longsor semua. Yang jelas itu karena daerah padat dan bangunan memang kita khawatirkan akan terus bergerak," sambungnya.

Assalam

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, memberikan alternatif jangka panjang guna menghindari terkatung-katungnya kegiatan belajar siswa SKh Assalam 01. Di antaranya dengan membuat turap di dataran bagian belakang sekolah.

"Kita akan turap di bagian belakangnya. Tapi kita juga mmberikan alternatif, agar sementara menempati bangunan di UPT Serpong," jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini