nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perum Peruri Tegaskan Joko Susilo Diperiksa KPK sebagai Saksi Ahli

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 12:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 07 337 2139099 perum-peruri-tegaskan-joko-susilo-diperiksa-kpk-sebagai-saksi-ahli-bkvqzTgdXg.jpeg Gedung KPK, Jakarta (Okezone.com/Arie)

JAKARTA – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) menanggapi pemberitaan Okezone terkait pemanggilan Kepala Seksi Jaminan Produk di Departemen Laboratorium Perum Peruri Joko Susilo oleh KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi ahli dalam kasus suap dengan tersangka Sutikno (Stn), Direkur Utama PT Kings Property.

Berita tersebut dimuat Okezone, Jumat 6 Desember 2019, berdasarkan keterangan pers diberikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah dengan judul “KPK Periksa Pejabat Perum Peruri Terkait Suap Properti di Cirebon”.

Dalam daftar jadwal pemanggilan pemeriksaan dirilis KPK, Jumat, nama Joko Susilo masuk dalam salah satu orang yang akan dimintai keterangan oleh penyidik. Kapasitas hubungannya di daftar itu tertulis sebagai saksi dan Okezone sudah mengonfirmasi ke Jubir KPK sebelum memberitakannya.

Dalam pemberitaan, Okezone menulis Joko Susilo dimintai keterangan oleh KPK dalam kapasitas seperti di atas.

 KPK

Dalam surat perihal tanggapan atas berita tersebut yang dikirim Perum Peruri ke Redaksi Okezone di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019), Head of Corporate Secretary Peruri Eddy Kurnia memberikan penjelasan perihal

“Saudara Joko Susilo sama sekali tidak terlibat di dalam kasus dugaan suap perizinan dan properti di Kabupaten Cirebon yang melibatkan tersangka Dirut PT Kings Property, Sutikno (STN) seperti yang ditulis oleh Okezone,” kata Eddy dalam suratnya.

Joko Susilo adalah benar Kepala Seksi Jaminan Produk di Departemen Laboratorium Perum Peruri yang tugasnya adalah melakukan uji keaslian produk, termasuk di dalamnya meterai.

Menurutnya kaitan dengan pemanggilan yang bersangkutan oleh KPK adalah karena keahliannya untuk memberikan penjelasan mengenai kebenaran atau keaslian produk meterai yang dipakai di dalam transaksi dugaan kasus tersebut.

“Kami informasikan bahwa untuk mendukung pembuktian atas dugaan suap seperti yang dijelaskan pada butir 1., KPK telah mengirimkan surat kepada Direktur Operasi Perum Peruri pada 1 November 2019 perihal Permintaan Data Meterai Tempel. Kami sudah memberikan penjelasan melalui surat pada 20 November 2019 perihal Penyampaian Data Produksi Meterai Tempel tersebut,” ujarnya.

“Inti dari surat kami adalah menjelaskan, bahwa jika terkait dengan waktu penerbitan atau pencabutan sebagaimana dimaksud di dalam surat KPK maka konfirmasinya harus ditujukan kepada Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak sebagai penerbit meterai tetapi jika terkait waktu produksi meterai, Perum Peruri dapat memberikan penjelasan.”

Terkait dengan itu dan sesuai dengan kewenangan serta tanggung jawab Perum Peruri sebagai penjamin keaslian produk dokumen sekuriti negara, Perum Peruri menyiapkan diri untuk mendukung KPK maupun aparat penegak hukum (APH) lainnya.

Dalam konteks itulah, kata Eddy, Direksi Perum Peruri menugaskan Joko Susilo menjadi saksi seperti yang diminta oleh KPK.

“Perlu diketahui bahwa Perum Peruri sering sekali diminta menjadi saksi ahli oleh APH untuk menjelaskan mengenai keaslian dokumen sekuriti negara, yaitu produk uang Rupiah, meterai, pita cukai, paspor/dokumen keimigrasian dan dokumen pertanahan/sertipikat tanah. Kami informasikan bahwa Perum Peruri menjalankan penugasan mencetak dokumen sekuriti negara seperti yang dijelaskan di atas, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 06 Tahun 2019 sebagai pembaruan dari PP Nomor 32 Tahun 2006.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini