Rescue Perindo Terus Bergerak sebagai Relawan Tanpa Pamrih

Sabtu 07 Desember 2019 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 07 337 2139069 rescue-perindo-terus-bergerak-sebagai-relawan-tanpa-pamrih-TCoRtVxE2u.jpg Ilustrasi Rescue Perindo (Foto: Okezone)

JAKARTA – Hari Relawan Internasional yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap 5 Desember ikut diperingati DPP Rescue Perindo.

Ketua Umum DPP Rescue Perindo Adin Denny menyampaikan pendapatnya tentang pentingnya peringatan Hari Relawan Internasional. Menurut Denny, momen ini sebagai perekat bagi organisasi masyarakat dan relawan untuk menunjukkan kontribusi mereka pada permasalahan kebencanaan di tingkat lokal, nasional maupun internasional, dalam upaya mencapai tujuan pembangunan milenium.

“Momen ini penting untuk mengkampanyekan pekerjaan mereka di antara komunitas mereka, organisasi non-pemerintah semisal LSM, badan-badan PBB dan petugas reaksi cepat (rescue) bekerja demi kemanusiaan,” tutur Adin, belum lama ini.

Perindo

Baca Juga: Dari Fogging hingga Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Aksi Nyata Rescue Perindo ke Masyarakat

Rescue Perindo sayap Partai Perindo, jelas Adin, merupakan salah satu organisasi yang turut bergerak sebagai relawan.

Banyak kegiatan sosial yang telah dilakukan, baik dalam kegiatan sosial maupun penanganan bencana.

“Rescue Perindo setiap ada kabar bencana yang terjadi di negeri ini ikut terlibat. Setiap pengurus mulai dari pusat hingga daerah senantiasa mengambil peran. Berupaya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat tanpa pamrih,” terangnya.

Salah satu yang menjadi bentuk nyata dari kegitan sosial kerelawanan disediakannya armada ambulans Perindo yang tersebar di setiap provinsi sampai ke kabupaten-kota.

“Dan ambulans Perindo ini tetap bergerak sampai saat ini tanpa lelah untuk membantu masyarakat. Ini bentuk nyata dukungan kami, kegiatan sosial kami yang semoga bermanfaat untuk sesama,” tukasnya.

“Volunteers are not paid, not because they are worthless, but because they are priceless (Relawan tidak dibayar bukan karena mereka tidak berharga, tapi karena mereka tidak ternilai),” tambah Adin.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini