nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perludem Usul Pemilu Serentak Dipisah Dua Bagian, Nasional dan Lokal

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 06:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 07 337 2139040 perludem-usul-pemilu-serentak-dipisah-dua-bagian-nasional-dan-lokal-Xx02sWtJsd.jpg Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, menanggapi usulan revisi UU Pemilu, khususnya terkait Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) dari berbagai parpol untuk kembali dipisah.

Dia mengungkapkan, sebelum Pemilu 2019, Perludem pernah mengusulkan Pemilu dibagi jadi dua, yaitu pemilu serentak secara nasional dan lokal.

"Sejak 2012, Perludem bersama koalisi masyarakat sipil serta beberapa lembaga pernah mengusulkan menyerentakkan pemilu menjadi dua bagian," kata Titi saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (7/12/2019).

Ia menjelaskan, rancangan pemilu serentak nasional meliputi pemilu presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota DPR RI dan pemilihan anggota DPD RI. Kemudian pemilu serentak lokal, yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan pemilihan anggota DPRD RI.

Menurut Titi, desain dua bagian pemilu serentak tersebut lebih baik dibandingkan Pemilu 2019.

Ilustrasi (Shutterstock)

Sebab selain mampu mengurangi beban kerja penyelenggara pemilu, cara itu juga jadi solusi dalam memperbaiki sistem pemerintahan presidensial Indonesia.

"Dari pengalaman sejumlah negara Amerika Selatan dan teori ilmu politik, pemilu serentak (concurrent election) bisa memperbaiki negara presidensial multipartai seperti Indonesia," tuturnya.

"Tanpa harus mengamandemen konstitusi dan banyak undang-undang politik, pemilu serentak bisa menghasilkan partai politik/koalisi mayoritas dan sistem kepartaian multipartai moderat (kurang dari 5 partai politik efektif) di parlemen," katanya.

Namun, kata dia, putusan MK saat itu adalah menerima pemilu serentak. Sayangnya, pemilu serentak di desain oleh pembentuk UU dengan 5 jenis pemilu sekaligus.

Baca Juga : Anggota Komisi II DPR Usul UU Pemilu dan Pilkada Digabungkan

"Dalam pandangan Perludem, Pemilu lima surat suara ini lebih tepat dipandang sebagai pemilu borongan, ketimbang pemilu serentak. Memborong lima pemilu sekaligus dalam satu waktu yang sama," tuturnya.

Baca Juga : PPP Sampaikan Usulan 6 Poin Revisi UU Pemilu

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini