nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seharusnya Garuda Tak Tersandung Lagi!

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 19:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 06 337 2138938 seharusnya-garuda-tak-tersandung-lagi-sc6TTX4wb6.jpg Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif mengaku kecewa ada Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia yang kembali berulah. Sedikitnya, sudah ada dua mantan Dirut PT Garuda Indonesia yang bermasalah.

Pada kasus pertama, mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat yang diproduksi oleh perusahaan mesin raksasa Rolls Royce serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Emirsyah saat ini sedang menunggu proses persidangan‎.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif

Kasus kedua, ‎mantan Dirut PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara terjerat kasus dugaan motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda brompton‎ menggunakan pesawat Garuda A330-900. Atas kejadian tersebut, Menteri BUMN, Erick Thohir langsung memecat Ari Aksara sebagai Dirut Garuda Indonesia.

"Kalau sekarang kasusnya (yang ditangani KPK) saja baru mau disampaikan ke pengadilan, sudah ada lagi kejadian yang sama di Garuda, ya kecewalah. Masyarakat kecewa dan KPK juga kecewa seperti itu," kata Syarif saat menghadiri acara Harkodia di Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

Syarif meminta manajemen PT Garuda Indonesia seharusnya menjadikan pelajaran kasus yang menjerat Emirsyah Satar.‎ Namun, hal tersebut nampaknya tidak dijadikan pelajaran bagi PT Garuda‎ Indonesia, sebab, terjadi kembali kasus dugaan penyelundupan moge.

"Garuda itu kan pernah tergelincir dengan kasus yang sangat besar. Oleh karena itu saya pikir kasus Pak Emirsyah Satar itu kita jadikan momentum untuk memperbaiki manajemen Garuda," kata Syarif.

Penyelundupan oleh Dirut Garuda Indonesia

Hal senada dikatakan Jubir KPK, Febri Diansyah. Dikatakan Febri, setelah kasus suap Emirsyah, manajemen Garuda seharusnya memperbaiki tata kelola untuk mencegah hal serupa.

Baca Juga : Dirut Garuda Dipecat, Jokowi: Jangan Lagi Ada yang Main-Main!

"Mestinya tidak terjadi lagi ya kalau pengendalian internal di Garuda Indonesia berjalan setelah penanganan perkara ini," kata Febri.

"Kami juga pada proses investigasi awal kan cukup dibantu manajemen Garuda pada saat itu, mestinya (kasus Emirsyah) ini jadi pembelajaran agar tidak ada lagi yang namanya fee apalagi rekayasa seolah-olah itu masuk pada rekening lain dan terjadi lagi baik di Garuda Indonesia atau BUMN lain," sambungnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini