nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Sekolah Rawan Longsor di Tangsel, Siswa Terpaksa Belajar di Bawah Tenda

Hambali, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 10:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 06 337 2138865 ada-sekolah-rawan-longsor-di-tangsel-siswa-terpaksa-belajar-di-bawah-tenda-ZcgQ3viaMR.jpg Kondisi Sekolah Khusus (Skh) Assalam 01, Tangsel, Sementara di Dalam Tenda (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Kondisi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 yang terletak di Jalan Cendana IV, Nomor 72, RT05/RW04, Kavling Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), kini sepi senyap. Para siswa telah diungsikan lantaran gedung sekolah dinyatakan terancam bahaya longsor.

Sekolah Assalam 01 berisikan 84 siswa dari tingkat TK hingga SMA. Disebut Khusus, karena memang seluruh siswanya merupakan penderita tunarungu. Sekolah ini sendiri telah berdiri sejak tahun 1987 silam.

Infografis Lipsus Sekolah Roboh (foto: Okezone)	 

Letak SKh Assalam 01 berada di dalam sebuah gang yang berdekatan dentan kantor Dinas Perhubungan (Dishub). Dari mulut gang, kira-kira berjarak sejauh 30-an meter. Sekolah ini berada persis di belakang gedung megah SDN Serpong 4.

Okezone telah mendapat izin pengelola sekolah untuk masuk dan melihat langsung kondisi setiap ruangan. Begitu dicek, banyak tembok kelas mengalami retakan. Bahkan permukaan lantai ikut bergeser dan memecahkan lantai yang ada.

SKh Assalam 01 terdiri atas 7 ruangan, 1 ruangan untuk kegiatan kantor, dan 6 ruangan lainnya guna kegiatan belajar-mengajar. Tiap 1 ruangan diperuntukkan bagi 2 kelas. Tercatat ada 14 guru yang mengajar di sana, umumnya adalah guru perempuan.

Ancaman longsor yang mengintai SKh Assalam 01 bukan tanpa alasan, lantaran bagian belakang sekolah berada pada dataran curam. Kedalamannya diduga mencapai antara 8 hingga 10 meter. Di bagian bawahnya, merupakan pemukiman warga.

Tak ada turap yang membentengi dataran curam di bagian belakang sekolah Assalam 01. Kondisi demikian, jadi penyebab utama pergeseran tanah yang terus terjadi manakala hujan deras turun mengguyur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun menetapkan bahaya longsor di area itu.

Kondisi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01, Tangerang Selatan (foto: Okezone/Hambali)	Kondisi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01, Tangerang Selatan (foto: Okezone/Hambali) 

Bendahara SKh Assalam 01, Indri Firmandyah, menuturkan, mulanya mereka tak mengetahui jika sekolah berada dalam kategori bahaya longsor. Hanya ada beberapa gejala kecil sejak bulan Agustus 2019 lalu, yang berakibat pada retakan-retakan di dinding kelas.

"Waktu gempa bumi di Banten itu, Agustus kemarin, memang beberapa dinding agak retak-retak kecil. Lalu terjadi kemarau panjang, akhirnya retakan bertambah lebar," katanya ditemui Okezone di lokasi penampungan sementara di area sekolah Assalam 02, Ciater, Serpong, Kamis 5 Desember 2019.

Dinding yang retak-retak itu sempat diperbaiki, namun lagi-lagi retakan kembali terjadi. Pihak sekolah awalnya menduga, retakan itu merupakan buntut pengerjaan perbaikan dinding yang kurang bagus. Kecurigaan mulai terasa, saat pada bulan September 2019, retakan kian bertambah dan tagihan air pun meningkat berkali-kali lipat.

"Curiga setelah keretakan bertambah dan tagihan PDAM melonjak. Sebulan hampir mencapai Rp5 juta, itu di bulan September. Sebelumnya kan hanya ratusan ribu," jelasnya.

Kondisi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01, Tangerang Selatan (foto: Okezone/Hambali)	Kondisi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01, Tangerang Selatan (foto: Okezone/Hambali) 

Mengatasi kecurigaan itu, lantas pihak sekolah meminta petugas PDAM melakukan pengecekan. Barulah kemudian diketahui, bahwa rupanya ada saluran pipa yang bocor hingga air mengucur deras tanpa henti. Sambungan pipa pun langsung diperbaiki.

"Tapi ternyata beberapa waktu kemudian, tagihan air tetap tinggi, walaupun agak menurun menjadi beberapa juta saja. Kita baru tahu, setelah ada petugas BPBD yang datang memeriksa. Ternyata pipa-pipa itu bocor karena pergeseran tanah," lanjutnya.

BPBD menganggap pergeseran tanah di area SKh Assalam 01 dalam tingkat siaga. Sehingga akhirnya berdasarkan kajian bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), diputuskan bahwa semua kegiatan sekolah harus dipindah. Seluruh siswa langsung dievakuasi sejak akhir November 2019.

Kini, semua siswa SKh Assalam 01 belajar di tenda besar yang terpasang di halaman SKh Assalam 02. Yayasan Assalam memiliki 2 sekolah, jika Assalam 01 khusus untuk siswa tunarungu, maka assalam 02 diperuntukkan bagi siswa tunagrahita.

"Belajar mengajar di tenda ini. Di pasang sejak 2 Desember kemarin. Ini sampai Jumat (6 Desember) besok," ucap Indri.

Kondisi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01, Tangerang Selatan (foto: Okezone/Hambali)	Kondisi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01, Tangerang Selatan (foto: Okezone/Hambali) 

Selama belajar di tenda, keprihatinan para guru dan siswa tak bisa disembunyikan. Selain panas, arus listrik pun sering terputus lantaran tak kuat menanggung daya. Bahkan beberapa wali murid, mengeluhkan pula jarak yang semakin jauh di tempuh para siswa berkebutuhan khusus itu.

"Kondisinya apa adanya seperti ini, panas, kasihan siswa pada kegerahan kalau belajar. Mereka terlihat enggak nyaman," ulasnya.

Mulai Senin 9 Desember 2019, para siswa SKh Assalam 01 akan kembali berpindah menempati bangunan sementara milik UPT Serpong. Entah sampai kapan mereka berpindah-pindah, yang pasti bangunan sekolah yang lama tak dapat digunakan kembali.

"Ya mudah-mudahan saja nanti segera dibangun gedung sekolah kita, lahannya sudah ada di samping SKh Assalam 02. Karena kalau pindah-pindah begini, kasihan para siswa juga, karena kita kan gurunya terbatas," ucap dia.

Kondisi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 02, Tangerang Selatan (foto: Okezone/Hambali)	Para Siswa Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 Mengungsi ke Assalam 02, Tangerang Selatan (foto: Okezone/Hambali) 

Pemerintah Kota Tangsel menyebutkan, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten terkait kondisi sekolah Assalam 01. Termasuk memberikan tempat sementara bagi pelaksanaan kegiatan belajar para siswa.

"Segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Karena sekolah khusus ini menjadi kewenangan Provinis Banten," kata Wakil Wali Kota, Benyamin Davnie.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini