nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangunan SD di Cirebon Retak Hantui Keselamatan Siswa

Fathnur Rohman, Jurnalis · Sabtu 07 Desember 2019 09:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 06 337 2138825 bangunan-sd-di-cirebon-retak-hantui-keselamatan-siswa-MPEFJJP3yu.jpg Para Siswa di SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sedang Belajar di Dalam Kelas dengan Kondisi Tembok dan Lantai Retak (foto: Okezone/Fathnur Rohman)

CIREBON - Bangunan itu nampak sepi. Jendelanya tidak berkaca, temboknya retak dan tiang penyangganya miring. Lantai-lantainya pun amblas.

Begitulah potret kondisi tiga ruang kelas di SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang sudah sekitar satu bulan tidak dipakai siswanya untuk belajar.

Siswa kelas IV, V, dan VI terpaksa harus mengosongkan ruang kelasnya karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Di ruang kelas IV saja, setiap sudut temboknya mengalami retakan yang cukup parah.

Infografis Lipsus Sekolah Roboh (foto: Okezone)	 

Hal yang sama juga bisa ditemukan di ruang kelas V serta VI. Bahkan selain temboknya retak, keramik yang ada di tiga ruang kelas itu pecah karena lantainya amblas. Pihak sekolah sendiri merasa khawatir gedung tersebut akan ambruk di kemudian hari.

"Kami terpaksa mengosongkan tiga ruang kelas itu untuk keselamatan siswa kami. Sudah satu bulan lalu kondisi gedungnya semakin parah, " ujar Kepala Sekolah SDN 1 Getrakmoyan Saim Gunari, kepada Okezone, Kamis 5 Desember 2019.

Disampaikan Saim, bangunan untuk ruang kelas IV, V, dan VI baru saja direnovasi pada tahun 2016 silam. Namun, seiring berjalannya waktu bangunan itu mengalami kerusakan. Menurutnya jika diperhatikan, salah satu pintu di kelas tersebut juga terlihat miring dan ikut amblas. Kondisi ini membuat para guru merasa takut dan mengganggu proses belajar siswa.

Saim menuturkan, siswa kelas IV, V, dan VI kemudian menempati ruang kesenian serta ruang guru sebelumnya untuk kegiatan belajar. Diungkapkannya, seluruh bangunan sekolah juga temboknya mengalami retakan. Namun tidak separah tiga ruang kelas tersebut.

"Seluruh bangunan ini juga retak. Cuman memang tidak separah tiga ruang kelas itu, " katanya.

Kondisi SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (foto: Okezone/Fathnur Rohman)	Kondisi SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (foto: Okezone/Fathnur Rohman)

Bangunan Sekolah Rusak Akibat Kontur Tanah yang Labil

Dijelaskan Saim, kerusakan bangunan di sekolahnya diduga disebabkan oleh kontur tanah yang labil. Tanah tersebut tidak kuat menopang beban bangunan sekolah, sehingga menyebabkan lantai amblas dan tembok bangunan retak.

Kondisi SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (foto: Okezone/Fathnur Rohman)	Kondisi SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (foto: Okezone/Fathnur Rohman) 

Bangunan SDN 1 Getrakmoyan sendiri sudah berdiri sejak tahun 1921. Akan tetapi, baru pada tahun 1980an bangunan itu resmi digunakan sebagai bangunan sekolah. Saim mengatakan, enam tahun lalu retakan-retakan di bagian tembok mulai bermunculan. Namun, sekitar satu bulan terakhir retakan ini bertambah parah sampai-sampai ruang kelas IV, V, dan VI nyaris ambruk.

"Faktor utama karena struktur tanah yang labil. Sudah enam tahunan kondisinya seperti itu. Awalnya tidak seperti itu mungkin ada pergerakan tanah, karena awalnya tanah bekas sawah. Tanah itu tidak stabil dan mempengaruhi kondisi bangunan di atasnya, " jelasnya.

Bangunan sekolah di SDN 1 Getrakmoyan sudah direnovasi sebanyak tiga kali. Terakhir bangunan tersebut direnovasi pada tahun 2016. Namun, kerusakan terparah terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Awal bulan November, pihak sekolah kemudian memutuskan untuk memindahkan kegiatan belajar kelas IV, V, dan VI karena khawatir dengan kondisi bangunannya.

Dampak dari kerusakan bangunan sekolah itu, selain memindahkan kegiatan kelas IV, V, dan VI ke ruangan lain, siswa kelas II pun terpaksa harus berangkat sekolah pada siang hari, karena ruang kelasnya harus bergantian dengan siswa kelas I.

Kondisi SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (foto: Okezone/Fathnur Rohman)	Kondisi SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (foto: Okezone/Fathnur Rohman)

Lokasi SDN 1 Getrakmoyan berada di lahan terbuka. Saat angin datang, tembok di ruang kelas IV, V, dan VI akan bergoyang karena tidak kuat menahan hempasan angin. Memasuki musim hujan, pihak sekolah semakin merasa khawatir. Pasalnya, pada musim kemarau saja retakan dan amblasnya lantai semakin bertambah parah, apalagi ketika musim hujan.

Selain ruang kelas dan ruang guru, toilet siswa pun kondisinya tidak jauh berbeda. Bahkan, retakan panjang pada tembok di atas pintu toilet terlihat sangat jelas.

Kondisi SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (foto: Okezone/Fathnur Rohman)	Kondisi SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (foto: Okezone/Fathnur Rohman) 

"Kalau kena angin temboknya akan bunyi. Kami khawatir kelasnya akan roboh. Kalau atap dan langit-langitnya memang masih bagus. Tapi kan, ini retakan di temboknya sudah semakin parah. Tiang-tiangnya juga sudah ikut miring. Jadi sangat mengkhawatirkan, " tutur Saim.

Saim berharap, agar bangunan ruang kelas IV, V, dan VI segera di renovasi. Ia tidak ingin proses belajar siswanya menjadi terganggu.

"Kami sudah mengajukan untuk memperbaiki tiga ruang kelas itu. Dari Dinas Pendidikan rencananya akan merehab di tahun depan, " ucap dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini