nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha Kock Meng Didakwa Menyuap Gubernur Kepri Terkait Izin Reklamasi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 15:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 06 337 2138788 pengusaha-kock-meng-didakwa-menyuap-gubernur-kepri-terkait-izin-reklamasi-mK9aKARxTd.jpg Persidangan pengusaha Kock Meng. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi)

JAKARTA - Pengusaha Kock Meng didakwa menyuap Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun sebesar 11 ribu Dolar Singapura dan Rp45 juta. Dakwaan itu dibacakan oleh Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, hari ini.

"Terdakwa melakukan, menyuruh dan turut serta melakukan perbuatan yang harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut, memberi sesuatu berupa uang Rp45 juta dan 11 ribu SGD kepada penyelenggara negara Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepri," kata Jaksa KPK, Yadyn di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

Jaksa KPK Yadyn membeberkan bahwa uang suap yang diberikan Kock Meng kepada Nurdin terkait sejumlah perizinan pemanfaatan ruang laut di Kepri. Uang tersebut disebut untuk memuluskan usaha yang akan dibangun Kock Meng di daerah Tanjung Playu, Batam.

Atas peebuatannya, Kock Meng didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo pasal 64 ayat (1) KUHP pidana.

Ilustrasi.

Tak hanya Kock Meng, Jaksa juga mendakwa Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Budy Hartono, dalam perkara ini.

Keduanya didakwa sebagai pihak perantara suap dari Kock Meng kepada Nurdin Basirun. Dua anak buah Gubernur Kepri non-aktif Nurdin Basirun tersebut disebut menerima suap dari Kock Meng untuk Nurdin sebesar 11 ribu dolar Singapura dan Rp45 juta

"Terdakwa I (Edy Sofyan) dan Terdakwa II (Budy Hartono) bersama-sama dengan Nurdin Basirun selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan jabatan sebagai Gubernur Provinsi Kepri yang menerima hadiah atau janji yaitu berupa uang sejumlah Rp 45 juta, SGD 5 ribu, dan SGD 6 ribu," ujar jaksa KPK dalam dakwaan terpisah.

Jaksa menyebut bahwa Edy Sofyan diperintah oleh Nurdin untuk mengumpulkan uang dari para investor yang inginmengurus perizinan pemanfaatan ruang laut. Atas perintah Nurdin, Edy lantas mengarahkan Budy Hartono untuk berkomunikasi dengan para investor tersebut.

Atas perbuatannya, Edy dan Budy didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini