nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Ini Masuk Penjara karena Anaknya Selundupkan Narkoba ke Rutan

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 14:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 06 337 2138737 ibu-ini-masuk-penjara-karena-anaknya-selundupkan-narkoba-ke-rutan-auPwFJHnKO.jpg Ilustrasi Sabu

DEPOK - Nisfiatun Rochmawati (54) terpaksa harus merasakan dinginya jeruji besi mengikuti jejak putra pertamanya Ruly Wiji Nisdiyanto yang terlebih dahulu menjadi seorang narapidana atas kasus pencurian bermotor di rumah tahanan atau rutan kelas II B Cilodong Kota, Depok, Jawa Barat.

Kapolres Metro Depok, AKBP Azis Andriansyah mengatakan peristiwa itu berawal ketika Nisfiatun ingin menjenguk anaknya di Rutan Depok, dia tertangkap oleh petugas sipir Endah Triana karena membawa Narkoba jenis sabu seberat 1,90 Gram yang diselipkan di dalam kepala charger telepone genggam pada, Kamis 28 November 2019, sekira pukul 14.00 Wib.

"Tersangka Nisfiatun bermaksud ingin menjenguk anaknya Ruly Wiji di Rutan Depok saat dipintu masuk petugas Rutan seperti biasa memeriksa barang bawaan. Ternyata petugas curiga ada kepala charger hp yang terbuka, setelah diperiksa ternyata Narkoba jenis sabu," ucap Azis saat dihubungi wartawan, Jumat (6/12/2019).

Ilustrasi

Mengetahui hal itu Petugas Rutan Depok mengamankan Nisfiatun dan menyerahkan ke Penyidik Narkoba Polres Metro Depok untuk dilakukan penyidikan. Menurut keterangan tersangka Nisfiatun bahwa sabu tersebut dimasukan oleh putra ketiganya bernama Rendy yang kini buron dan menjadi DPO atau daftar pencarian orang pihak kepolisian.

"Sabu yang ada di kepala charger handpone itu sengaja dimasukan oleh anak ke tiga tersangka, untuk diserahkan ke Ruly anak pertama yang sedang menjalani hukuman di Rutan Depok," jelasnya.

Dari tersangka polisi menyita barang bukti satu bungkus plastik bening berisi sabu dengan berat 1,90 Gram yang dibungkus kertas tisu putih didalam charger hp merk mito, satu buah kabel data, satu unit handphone merk Samsung warna hitam, satu unit handphone merk Xiomi warna abu - abu.

"Tersangka akan dijerat Pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," imbunya.

Sebulan Tiga Kali Gagalkan Penyelundupan Sabu

Sementara itu Kepala Pengamanan Rutan Depok Puang Dirham mengaku pihaknya telah tiga kali menggagalkan penyelundupan sabu ke dalam Rutan Depok selama November 2019 dengan berbagai macam motif. Tentunya hal tersebut tidak lepas dari kesigapan petugas dilapangan yang selalu siap bejaga selama 24 jam penuh.

Kasus pertama ketika ada seorang ibu berinisial H yang sedang menggendong anak balitanya tepergok petugas saat ingin menyelundupkan sebanyak tujuh paket sabu di dalam plastik bening ke dalam Rutan Depok. Peristiwa ini berlangsung pada Rabu 6 November 2019, sekira pukul 14.15 WIB.

Tujuh paket sabu itu ternyata dipesan oleh seorang narapidana Rutan Depok berinisial R yang tidak lain suami H. Sementara H mengaku mengikuti arahan sang suami untuk mengambil sabu dari seorang pengedar dan coba diselundupkan ke dalam Rutan Depok menggunakan alat kontrasepsi kondom yang terbungkus tisu.

"Kedua, narkoba jenis sabu yang dimasukkan ke dalam kaleng cat pada Minggu 24 November 2019, sekira pukul 17.45 WIB. Sabu seberat 51,34 gram atau sekira setengah ons itu diantar menggunakan ojek online melalui pengiriman aplikasi Go-Send," kata Puang Dirham.

Sabu tanpa nama pemesan tersebut ditujukan ke bagian portir oleh seseorang bernama Jerry. Menurut pengkuan sopir ojol itu, pelaku memesan ojek dari depan minimarket di Jalan Raya Bogor dengan membawa barang berupa 2 kaleng cat, 1 botol madu, 1 pengharum ruangan, 2 pak baterai.

"Petugas curiga tutup kaleng cat itu sudah terbuka. Ketika diperiksa, petugas kami menemukan sabu, kemudian kami mengamankan sopir ojek dan menghubungi polisi," jelas Puang.

Tidak lama kemudian terjadi kasus ketiga. Puang menceritakan ada seorang wanita inisial NR tertangkap petugas sipir saat akan berkunjung ke dalam Rutan Depok pada Kamis 28 November 2019, sekira pukul 14.10 WIB. NR kedapatan membawa sabu seberat 1 gram yang dimasukkan ke dalam kepala charger telepone genggam.

"Saat itu NR datang seorang diri. Diperiksa perempuan petugas sesuai prosedur yang berlaku. Petugas melakukan penggeledahan badan dan barang bawaan pengunjung. Lalu ditemukan dua ponsel, baterai, charger, dan kepala charger. Petugas mencurigai kepala charger yang sedikit terbuka. Ternyata ditemukan satu bungkus plastik kecil berwarna bening di dalam kepala charger yang diduga narkotika jenis sabu," tutup Puang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini