DPR Kutuk Pemerkosa Bocah hingga Menderita Kanker Rektum Stadium 4

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 05 Desember 2019 21:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 05 337 2138515 dpr-kutuk-pemerkosa-bocah-hingga-menderita-kanker-rektum-stadium-4-cWQblyOiwo.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni mengutuk keras kasus pemerkosaan dan sodomi yang menimpa gadis di bawah umur berinisial TR (12), warga Kota Padang, Sumatera Barat. Akibat pemerkosaan tersebut, TR menderita kanker rektum stadium 4.

“Akibat perbuatan pelaku, kini korban harus berjuang melawan kanker rektum stadium 4," kata Lisda usai menjenguk korban di RSCM Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Politisi Partai Nasdem ini pun meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas dan menghukum pelaku dengan seberat-beratnya, sesuai dengan perbuatannya. Selain itu, ia juga meminta pemerintah dan instansi terkait memfasilitasi korban dalam upaya pengobatan sekaligus memberi bantuan kepada keluarga korban.

“Jadi korban ini baru dipindahkan dari Rumah Sakit di Padang ke RSCM Jakarta,” sambungnya.

 Baca juga: Bocah di Padang Alami Kanker Rektum Usai Dicabuli Tetangganya Berkali-kali

Menurutnya, ia sudah menyampaikan kepada Menteri Sosial terkait salah satu faktor terjadinya kekerasan seksual diantaranya akibat dari kemiskinan. Karenanya dia mendesak kementerian sosial untuk lebih menekan angka kasus kekerasan seksual.

“Bersama Nasdem, kami juga mendorong agar RUU PKS segera disahkan, karena angka kekerasan seksual terhadap perempuan meningkat dan kurangnya penyelesaian kasus kekerasan seksual ini sangat merugikan korban,” tegasnya.

 cabul

Disisi lain, lanjut istri Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni ini, kasus kekerasan seksual terhadap korban perempuan harus lebih diperhatikan. "Misalnya, korban dan keluarga mendapat dukungan dan pemulihan dari Negara pasca musibah yang menimpanya,” tambahnya.

Mantan pramugari ini juga meminta pemerintah berupaya memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan deteksi dini terhadap lingkungan agar kekerasan seksual terhadap perempuan tidak terjadi dan terus terulang lagi.

“Antisipasi dini agar kasus serupa tidak terulang lagi dapat dilakukan dengan melibatkan semua elemen masyarakat baik di tingkat daerah maupun pusat,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini