Mobil Mewah Lamborghini hingga Audi Tunggak Pajak Miliaran Rupiah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 05 Desember 2019 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 05 337 2138480 mobil-mewah-lamborghini-hingga-audi-tunggak-pajak-miliaran-rupiah-4ajubxWowf.jpg Petugas saat menempeli stiker di mobil mewah (foto: ist)

JAKARTA - Tim pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah ‎(BPRD) DKI Jakarta, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di daerah Penjaringan, Jakarta Utara, hari ini. Dalam sidak tersebut, KPK dan BPRD menemukan ada 11 mobil mewah yang belum membayar pajak.

Sebanyak 11 mobil mewah tersebut terdiri dari merek Lamborghini, Bentley, Audi,‎ Mercedes-Bens, Range Rover, hingga Jeep Rubicon. 11 mobil mewah penunggak pajak tersebut kemudian ditempeli stiker sebagai pengingat oleh tim gabungan KPK dan BPRD DKI Jakarta.

"11 kendaraan mewah yang ditempelkan stiker pengingat bayar pajak terparkir di kawasan parkir apartemen Regatta, pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, terkonfirmasi belum membayar pajak berdasarkan data pada aplikasi cek ranmor DKI serta dicocokan dengan data yang dimiliki BPRD provinsi DKI," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (5/12/2019).

Sebenarnya, tak hanya 11 mobil mewah yang belum membayar pajak. ‎Dari data yang dikantongi BPRD DKI, masih ada 170 mobil mewah di Jakarta Utara yang belum membayar pajak dengan nilai total sebesar Rp5,4 miliar.

 Mobil Mewah

‎"Nilai pajak 246 kendaraan mewah tertunggak se-Jakarta Utara sebesar Rp 8 miliar, yang sudah membayar 76 kendaraan senilai Rp 2,6 miliar. Sehingga, sisa kendaraan mewah yang belum membayar pajak sebanyak 170 dengan nilai total pajak terhutang Rp5,4 miliar," ujarnya.

Dalam sidak tersebut, KPK dan BPRD DKI juga menemukan adanya mobil mewah yang lebih dari 12 tahun tidak membayar pajak. Bahkan, kata Febri, ‎ada mobil mewah yang sengaja memalsukan plat nomor polisinya agar tidak terdeteksi.

‎"Temuan lain selama sidak berlangsung, ada kendaraan mewah yang lebih dari 12 tahun menunggak pajak serta ada beberapa plat kendaraan ketika dicek tidak sesuai dengan jenis mobilnya," ungkapnya.

Sidak terhadap mobil mewah tersebut dilakukan BPRD DKI dibantu KPK dalam rangka Optimalisasi Pendapatan Daerah (OPD). ‎Sidak tersebut juga dilakukan bukan hanya terhadap mobil mewah tetapi juga penunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini