Legislator Jakarta Fraksi PKB Dipanggil KPK untuk Penyidikan Imam Nahrawi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 05 Desember 2019 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 05 337 2138246 legislator-jakarta-fraksi-pkb-dipanggil-kpk-untuk-penyidikan-imam-nahrawi-4lbLRg1cnk.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas masuk dalam agenda pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Ia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai pihak swasta.

Legislator Jakarta tersebut akan digali keterangannya oleh KPK terkait kasus dugaan suap penyaluran dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui ‎Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ia akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Imam Nahrawi (IMR).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IMR," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (5/12/2019).

Tak hanya Hasbiallah, KPK juga memanggil satu saksi lainnya ya‎kni, Thamrin selaku pihak swasta. Thamrin juga akan dimintai keterangannya untuk melengkapi berkas penyidikan Imam Nahrawi.

(Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Belum diketahui kaitan kedua saksi tersebut dalam pekara yang menyeret Imam Nahrawi. KPK diduga sedang menelisik aliran uang serta k‎onstruksi perkara ini.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Menpora, Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora untuk KONI tahun anggaran 2018. Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Asprinya, Miftahul Ulum (MIU).

Imam diduga menerima suap dan gratifikasi sejumlah Rp26,5 miliar. Uang tersebut disinyalir diterima Imam dalam dua kali tahapan. Imam menerima uang pada medio 2014-2018 melalui Miftahul Ulum senilai Rp14,7 miliar dan kedua pada kisaran tahun 2016-2018 sejumlah Rp11,8 miliar.

Penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum merupakan pengembangan perkara terkait kasus dugaan suap penyaluran dana hibah pemerintah untuk KONI lewat Kemenpora.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini