Dianggap Hina Nabi Muhammad, FPI Resmi Polisikan Gus Muwafiq

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 04 Desember 2019 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 337 2138017 dianggap-hina-nabi-muhammad-fpi-resmi-polisikan-gus-muwafiq-ZrCCyOscnf.jpg FPI laporkan us Muwafiq ke Bareskrim Polri (Foto : Okezone.com/Puteranegara)

JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) resmi polisikan penceramah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq lantaran diduga telah menghina Nabi Muhammad SAW. Laporan itu dilakukan oleh anggota FPI bernama Amir Hasanudin.

Terkait hal ini, laporan tersebut kemarin sempat ditolak oleh Bareskrim Polri. Namun, hari ini secara resmi diterima setelah diminta melengkapi beberapa syarat.

"Alhamdulillah laporan secara resmi diterima hari ini sehubungan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Muwafiq di Desa Tempel, Purwodadi pada November 2019 lalu," kata kuasa hukum Amir, Azis Yanuar di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Gus Muwafiq (Foto : Instagram)

Azis menjelaskan, pernyataan Gus Muwafiq mengenai masa kecil Nabi Muhammad tak berdasar dan tidak ilmiah. Ia pun berharap agar kepolisian segera memproses laporan ini agar tak ada gejolak di masyakarat.

"Dengan ini kami imbau juga pihak lain dari unsur agama manapun agar tidak gegabah dalam mengomentari terkait keyakinan agama apapun dengan tidak berdasar dan tidak ilmiah," ujar dia.

Baca Juga : Jelang Natal & Tahun Baru, Polda Jabar Perketat Keamanan Tempat Ibadah

Dalam laporan kali ini, Azis menuturkan pihaknya melengkapi dengan menyertakan terjemahan bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Sebab, pernyataan Gus Muwafiq yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW diucapkan dengan bahasa Jawa.

"Tambahan terjemahan bahasa Jawa ke bahasa Indonesia yang resmi," tuturnya.

Dalam laporan ini, Gus Muwafiq dilaporkan Pasal 156A KUHP tentang Tindak Pidana Penistaan Agama UU nomor 1 tahun 1946.

Dalam ceramahnya di Purwodadi belum lama ini, Muwafik bercerita soal masa kecil Rasulullah. Dia tidak sependapat bila Muhammad digambarkan sebagai sosok yang berlebih-lebihan ketika kecil.

"Sekarang ini digambarkan nabi lahir itu seperti ini, seperti ini. Nabi lahir biasa saja, nggak usah tiba-tiba dibuat bersinar. Kalau bersinar ketahuan, dipotong sama temannya Abrahah. Ada yang menceritakan, nabi lahir bersinar sampai langit. Kalau begitu ya dicari orang Yahudi, dibunuh,"

"Biasa saja, lahir. Masa kecilnya rebes, ikut mbah. Anak kecil itu kalau ikut mbah pasti tidak terlalu terurus, di mana-mana. Mbah itu di mana saja kalau mengurusi anak kecil itu tidak bisa," kata Gus Muwafik dalam ceramahnya yang tersebar di Youtube.

Dalam akun Instagramnya Gus Muwafiq pun sudah minta maaf atas pernyataannya yang menimbulkan pro dan kontra. "Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh muslim dan bangsa Indonesia yang begitu cinta Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah. Siapa kaum Muslimin yang tidak ingin Rasulullah?" kata Gus Muwafiq.

"Untuk seluruh muslim seluruh Indonesia, apabila kalimat ini saya lancang, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya tidak ada maksud menghina, mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tapi beberapa orang menganggap ini kalimat cukup berat. Kepada seluruh kaum Muslimin, saya mohon maaf," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini