nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lukman Hakim Digali Pengakuannya soal Pesanan Jabatan di Kemenag

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 04 337 2137994 lukman-hakim-digali-pengakuannya-soal-pesanan-jabatan-di-kemenag-UlCFiF6xIm.jpg Lukman Hakim Saifuddin

JAKARTA - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggali pengakuan mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudddin dalam sidang dugaan jual-beli jabatan di ruang lingkup Kementerian Agama (Kemenag).

Lukman digali pengakuannya terkait ada tidaknya pesanan khusus dari mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy alias Romi untuk meloloskan jabatan seseorang di Kemenag. Diketahui, Lukman dan Romi merupakan Politikus dari partai yang sama.

"Saudara pernah dapat pesan khusus dari Rommy yang dalam kapasitasnya sebagai Ketum PPP?" tanya Ketua Majelis Hakim, Fahzal Hendri kepada Lukman Hakim di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Lukman Hakim jadi saksi di persidangan Romi (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Lukman mengaku tidak mengerti apa yang dipertanyakan oleh hakim. Ia mempertegas maksud pesanan yang ditanyakan hakim. Hakim Fahzal memperjelas pertanyaannya soal pesanan khusus dari Romi terkait pelolosan jabatan Haris Hasanuddin untuk menjadi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

"Mengenai ada orang pesanan yang harus diloloskan? misal Haris? ada enggak?" ucap Hakim Fahzal memperjelas.

Mendegar pertanyaan hakim, Lukman mengakui pernah berbincang dengan Romi soal adanya rekomendasi dari sejumlah tokoh terkait sosok Haris Hasanuddin yang mencalonkan diri sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Kata Lukman, perbincangan dengan Romi tersebut adalah hal yang lumrah.

"Dalam sebuah pembicaraan yang saya lupa waktu dan tempatnya, seingat saya saudara terdakwa pernah sampaikan pandangan dari sejumlah kalangan bahwa Haris itu direkomendasikan. dan ini sesuatu yang lumrah karena saya biasa meminta pandangan dari berbagai macam kalangan," ujar Lukman kepada majelis hakim.

Baca Juga : Mantan Menag Lukman Hakim Bersaksi di Sidang Romi

Lukman mengklaim rekomendasi itu hanya sebuah masukan. Ditegaskan Lukman, pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemang Jatim bukan pesanan. "Tidak (ada pesanan). Masukan tadi hanya pandangan-pandangan," ujarnya.

Sekadar informasi, Romahurmuziy didakwa menerima suap dari mantan Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemenag Gresik, M Muafaq. Wirahadi. Jaksa KPK menyebut perbuatan itu dilakukan Rommy bersama-sama Menag Lukman Hakim.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini