Kejagung Tangkap Eks Kepala BPN Surabaya II

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 04 Desember 2019 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 337 2137952 kejagung-tangkap-eks-kepala-bpn-surabaya-ii-cMELxkkV3s.jpg Kejagung menangkap mantan Kepala BPN Surabaya II, Indra Iriansyah (Foto: Ist)

JAKARTA - Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menangkap eks Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya II, Indra Iriansyah, yang merupakan terpidana kasus korupsi.

Kapuspenkum Kejagung Mukri menjelaskan, Indra terjerat dalam kasus korupsi, memberikan persetujuan perpanjangan sertifikat hak guna bangunan (HGB) PT Ketabangkali Elektronics (PT KE) di atas tanah hak pengelolaan PT SIER yang seharusnya dalam pengajuan SHGB ini, PT KE lebih dulu meminta perjanjian pengelolaan tanah industri (PPTI) dari PT SIER selaku pemegang hak pengelolaan lahan namun pada kenyataannya PT.KE langsung mengajukan ke BPN tanpa menyertakan PPTI.

"Indra Iriansyab merupakan pelaku kejahatan yang berasal dari wilayah hukum Kejati Jatim, pada Rabu 04 Desember 2019 2109 sekitar pukul 00.01 WIB di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten," kata Mukri kepada Okezone, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Baca Juga: Korupsi Telur Rp2,6 Miliar, 2 Pejabat di Aceh Ditetapkan Tersangka

Ilustrasi Foto: Ist

Penangkapan ini, kata Mukri, menambah deretan panjang pelaku kejahatan yang ditangkap terkait dengan program Tangkap Buronan (Tabur). Sampai dengan saat ini, tercatat sudah ada 364 tersangka, terdakwa, dan terpidana yang ditangkap.

"Hingga saat ini, 4 Desember 2019 yang berhasil diamankan dan sejak program tabur 32.1 diluncurkan oleh Kejaksaan tahun 2018 sudah mencapai 364 orang yang berhasil diamankan oleh Kejaksaan RI dari berbagai wilayah," ujar Mukri.

Atas terbuktinya perbuatan ini, terpidana dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. Nomor : 4 PK / PID.SUS / 2014 tanggal 19 Maret 2014. "Saat ini, terpidana menunggu proses pemindahan menuju surabaya untuk menjalani proses hukumannya," ujar Mukri.

Baca Juga: Kejari Serang Penjarakan 2 Tersangka Korupsi Penyertaan Modal LKM Ciomas

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini