Mantan Menag Lukman Hakim Bersaksi di Sidang Romi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 04 Desember 2019 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 337 2137896 mantan-menag-lukman-hakimbersaksi-di-sidang-romi-VDXzG8QoCU.jpg Eks Menag Lukman saat menghadiri sidang di Tipikor (foto: Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), untuk terdakwa mantan Ketum PPP, M Romahurmuziy alias Romi, pada hari ini. Agenda persidangan masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima saksi pada persidangan kali ini. Kelima saksi yang akan diperiksa untuk terdakwa Romahurmuziy tersebut yakni, mantan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin; Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Norman Zein; mantan Ketua DPP PPP Jatim, Musyaffa Noer; Kiai Asep Saifudi Chalim; serta Staf Administrasi di DPR RI, Amin Nuryadi.

"Ya kami hadirkan lima saksi untuk terdakwa Romahurmuziy pada sidang kali ini," ujar Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

 Baca juga: JPU KPK Minta Hakim Panggil Paksa Beberapa Saksi Kasus Romi

Nama Lukman Hakim Saifuddin kerap muncul di persidangan ‎terkait perkara dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) untuk terdakwa mantan Ketum PPP, M Romahurmuziy alias Romi.

Sejumlah saksi mengakui adanya intervensi dari mantan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin terkait pelolosan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

"Waktunya (mengenai pertemuan) lupa tapi, yang jelas menjelang pengumuman tiga besar. Ya intinya (Menag Lukman menyampaikan) bahwa Haris masuk tiga besar," kata mantan Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Ahmadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Oktober 2019.

 Baca juga: Eks Menag Diklarifikasi KPK Terkait Pengelolaan Haji dan Dugaan Penerimaan Gratifikasi

Haris Hasanuddin sendiri merupakan terpidana pemberi suap terhadap Romahurmuziyz. Haris Hasanuddin divonis bersalah oleh majelis Hakim Pengadilan Tipikor karena terbukti menyuap Romahurmuziy ‎sebesar Rp225 juta agar mendapat jabatan sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

Dalam perkara ini, Romahurmuziy didakwa menerima suap dari mantan Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin dan mantan Kepala Kantor Kemenag Gresik, M Muafaq. Wirahadi. Jaksa KPK menyebut perbuatan itu dilakukan Rommy bersama-sama Menag Lukman Hakim. (wal)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini