PKS Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Dalam Menangani BPIP

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 04 Desember 2019 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 337 2137840 pks-pertanyakan-keseriusan-pemerintah-dalam-menangani-bpip-jep4VSwtO1.jpg Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera (foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera turut berkomentar ihwal permintaan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera menunjuk dua anggota dewan pengarah BPIP usai ditinggal Ma'ruf Amin dan Mahfud MD.

Mardani menilai pemerintah tak serius dalam mengurusi BPIP, apalagi setelah ditinggal mundur Yudi Latif mundur sebagai Ketua hingga sekarang masih diisi oleh Pelaksana Tugas.

“BPIP bukan cuma pak Kiai Ma’ruf dan Mahfud MD, pltnya juga udah berapa tahun usai pak Yudi Larif mundur. Buat saya pemerintah tidak serius ngurusin ideologi,” tegas Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

 Baca juga: 2 Jabatan BPIP Kosong, DPR Dorong Jokowi Libatkan Milenial

Mardani mengingatkan, jika serius mengurusi ideologi bangsa maka petugas utamanya dan struktur utamanya yang melaksanakan fungsi ini harus segera disusun secara matang. Bisa saja menuruh sosok orang baru yang tidak berada di lingkaran pemerintah ataupun di luar pemerintah.

“Saya mengusulkan, ketika kita belajar soal pancasila, sila ketiga itu persatuan Indonesia. Jadi carilah orang yang tidak satu arus dan carilah orang yang berbeda arus disitu,” ungkap Mardani.

“Sehingga enggak harus searah dan yang beda arah letakan dong disitu, jadi ada dinamis namanya dynamic euqulibrium. Jadi masing-masing bisa menafsirkan pancasila dengan indah gitu,” tambah Mardani.

 Baca juga: Megawati Ingin Jokowi Segera Cari Pengganti Ma'ruf dan Mahfud di BPIP

Diwartakan sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menunjuk dua anggota dewan pengarah BPIP yang baru.

Kedua orang itu dimaksudkan untuk menggantikan posisi Ma'ruf Amin yang kini menjabat Wakil Presiden RI dan Mahfud MD yang ditunjuk sebagai Menko Polhukam di Kabinet Indonesia Maju.

"Sampai sekarang, mohon maaf Pak Jokowi, belum ada penggantinya. Saya berulang kali mengingatkan beliau, kami masih kurang," kata Megawati dalam acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 3 Desember 2019.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini