nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Pembukaan Munas, Tersisa 3 Kandidat Berebut Kursi Ketum Golkar

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 10:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 04 337 2137731 pasca-pembukaan-munas-tersisa-3-kandidat-berebut-kursi-ketum-golkar-U6bKVho7l7.JPG Caketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto (Foto: Ist)

JAKARTA - Sejumlah kader beringin yang maju menjadi bakal calon Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024 mulai 'tumbang' sebelum gelaran Musyawarah Nasional (Munas) X Golkar dibuka pada Selasa 3 Desember 2019.

Mulanya terdapat sembilan kader yang telah mendaftar menjadi bakal calon Ketua Umum Golkar periode 2019-2024. Mereka antara lain Bambang Soesatyo, Airlangga Hartarto, Ali Yahya, Ridwan Hisjam, Indra Bambang Utoyo, Agun Gunandjar Sudarsa, Achmad Annama, Derek Lopatty, dan Aris Mandji.

Lalu, pernyataan mengejutkan datang dari Bambang Soesatyo (Bamsoet). Ia menyatakan undur diri dari bursa pencalonan dengan alasan demi soliditas partai. Pengunduran diri ini diungkapkan setelah Ketua MPR itu bertemu para senior Golkar. Padahal, Bamsoet merupakan rival kuat sang petahana Airlangga Hartarto.

Kemudian, Komite Pemilihan Munas X Partai Golkar menyatakan ada empat kader yang dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi pencalonan. Mereka yang tak lolos antara lain Indra Bambang Utoyo, Aris Mandji, Ahmad Anama dan Derek Loupatty.

Arena Munas GolkarArena Munas Partai Golkar (Foto: Okezone/Fahreza)

Sementara itu, Komite Pemilihan menyatakan lima nama lainnya memenuhi syarat pencalonan. Mereka antara lain Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisjam, Ali Yahya dan Agun Gunandjar Sudarsa.

Bamsoet bisa dibilang sudah mundur dari bursa pencalonan kendati telah dinyatakan memenuhi syarat. Lalu, Agun Gunandjar juga mengikuti langkah Bamsoet mengundurkan diri.

Dengan kondisi tersebut, maka hanya tersisa tiga orang bakal calon Ketum Golkar yang akan 'bertarung' di forum tertinggi partai. Mereka antara lain Airlangga, Ridwan Hisjam dan Ali Yahya.

Ridwan Hisjam mengaku tidak akan mundur dari pencalonan. Ia menyerahkan kelanjutan pencalonannya pada forum. Apabila syarat dukungan terpenuhi oleh forum, maka ia akan terus maju. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Ali Yahya.

Skenario aklamasi untuk mengantarkan Airlangga ke kursi kemenangan menjadi terbuka. Hal tersebut diungkapkan oleh loyalis Airlangga, Ace Hasan Syadzily.

"Kemungkinan besar arahnya kepada aklamasi. Mekanisme sesuai dengan AD/ART tetap harus dilalui. Proses persidangan tetap akan dilaksanakan," kata Ace kepada wartawan, Selasa 3 Desember 2019 kemarin.

Ketua Pelaksana Munas Partai Golkar, Adies Kadir mengatakan, saat ini tengah dilakukan lobi-lobi di antara para calon kandidat. Saat ini, kata dia, kandidat terkuat yang akan memenangkan kursi ketua umum adalah Airlangga, terlebih Bamsoet telah mundur dari pencalonan.

"Kita lihat sampai saat ini calon yang sangat kuat masih Pak Airlangga. Kalau lawan kuat beliau Pak Bamsoet sudah menyatakan mundur demi kepentingan partai," ujar Adies.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini