nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaksa Agung Buka Lelang Jabatan untuk Kajari dan Kajati

Rizka Diputra, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 09:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 04 337 2137714 jaksa-agung-buka-lelang-jabatan-untuk-kajari-dan-kajati-zmmwwaXuBs.JPG Jaksa Agung, ST Burhanuddin (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Jaksa Agung, Sanitiar (ST) Burhanuddin akan menggelar lelang jabatan untuk posisi kepala kejaksaan negeri (kajari) dan kepala kejaksaan tinggi (kejati) yang dimulai dari kejaksaan di wilayah DKI Jakarta sebagai pilot project.

Hal tersebut disampaikan Jaksa Agung dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung RI 2019, Selasa 3 Desember 2019 kemarin. Uji publik lelang jabatan ini rencananya akan digelar di Jakarta pada 16 Desember 2019 mendatang. Para calon nantinya akan diuji kemampuan, dan yang terpilih akan menduduki jabatan tersebut.

“Lelang jabatan syaratnya tentu jaksa. Jika dari instansi lain mau ngikut, boleh asalkan jaksa dan memenuhi kriteria,” kata Burhanuddin.

Setelah uji coba nanti, program lelang jabatan tersebut akan diterapkan di seluruh Indonesia. "Pada 16 Desember 2019 direncanakan akan dilakukan peluncuran pilot project program lelang jabatan dan uji publik posisi kajati, yaitu DKI, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," tuturnya.

Selain program lelang jabatan, pihaknya lanjut Burhanuddin juga akan melakukan perampingan birokrasi Korps Adhyaksa dengan penghapusan beberapa jabatan struktural. Kebijakan perampingan birokrasi ini akan dilaksanakan pada 23 Desember 2019 mendatang.

Ilustrasi Kejagung

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR, dari Fraksi Nasdem, Ahmad Sahroni menilai, langkah Jaksa Agung menggelar program lelang untuk jabatan kejati se-Indonesia merupakan langkah progresif yang bertujuan membangun profesionalisme institusi Kejagung ke depan.

Menurut dia, upaya tersebut akan menciptakan kompetisi sehat bagi setiap individu jaksa yang memiliki kompetensi dalam membangun Kejagung mulai dari tingkat kejari dan kejati.

“Saya rasa itu sebuah terobosan besar dalam membuka ruang profesionalisme bagi para jaksa dalam membangun karier mereka secara individu maupun kelembagaan,” kata Sahroni.

Sehingga, Jaksa Agung sebagai pimpinan Kejagung, kata dia, dapat mengetahui secara langsung kompetensi maupun integritas para calon kajari dan kajati yang akan membantunya membangun kejaksaan minimal untuk lima tahun ke depan.

“Lewat proses lelang jabatan tersebut, Jaksa Agung sangat terbantu menyeleksi kualitas sumber daya manusia yang dimiliki jajarannya yang notabene lepas dari unsur korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tuturnya.

Dirinya meminta Jaksa Agung mengawasi secara ketat pelaksanaan visi-misi para kajari dan kajati terpilih agar tidak menyimpang dari visi-misi kejaksaan secara kelembagaan.

“Jangan sampai kesempatan besar ini disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kroninya. Besar harapan kita sistem lelang jabatan ini akan memperkuat kejaksaan di mata masyarakat,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini